Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis mendadak riuh oleh gemuruh semangat dan tawa kebersamaan pada Sabtu pagi (29/08/2026). Bertempat di Lapangan Serbaguna, ratusan warga binaan melebur jadi satu bersama seluruh jajaran pegawai dalam kegembiraan senam pagi bersama.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, didampingi para pejabat struktural dan staf ini, bukan sekadar agenda olahraga biasa. Momentum ini menjadi panggung nyata runtuhnya sekat pembatas, berganti menjadi sebuah harmoni dan ikatan kekeluargaan yang kokoh di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Sejak matahari beranjak naik, dentuman musik senam membakar semangat para peserta. Gerakan demi gerakan diikuti dengan antusias tinggi, memancarkan aura positif yang menyelimuti seluruh sudut lapas.
Kalapas Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa kesehatan fisik yang prima merupakan pondasi utama dalam menjalani masa pembinaan. Namun lebih dari itu, esensi utama dari kegiatan ini adalah memanusiakan manusia melalui pendekatan yang humanis.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan dan kebugaran semata. Ini adalah momentum berharga untuk mempererat kebersamaan, menumbuhkan semangat sportivitas, serta memberikan penghargaan kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dengan antusias dalam berbagai perlombaan,” ujar Priyo dengan penuh optimisme.
Suasana semakin meriah saat jarum jam bergeser ke acara yang paling dinanti: penyerahan hadiah. Riuh tepuk tangan menggema saat satu per satu pemenang perlombaan dipanggil ke depan lapangan.
Perlombaan yang telah digelar sebelumnya merupakan rangkaian perayaan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Penyerahan hadiah ini menjadi bentuk apresiasi tulus dari pihak manajemen Lapas atas sportivitas, kreativitas, dan kerja keras yang ditunjukkan oleh warga binaan selama berkompetisi.
Bagi warga binaan, hadiah yang diterima bukan sekadar materi, melainkan sebuah pengakuan atas usaha dan eksistensi mereka untuk terus berbuat positif meski sedang menjalani masa pidana.
Langkah progresif yang diambil oleh Lapas Kelas IIA Bengkalis ini membuktikan bahwa sistem pemasyarakatan modern tidak lagi berfokus pada hukuman, melainkan pada pemulihan hubungan hidup, kehidupan, dan penghidupan. Hubungan yang harmonis antara petugas dan warga binaan dipercaya menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di dalam Lapas.
Hingga akhir acara, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan sangat aman, tertib, dan lancar. Acara ditutup dengan foto bersama yang menyisakan kehangatan mendalam serta optimisme baru bagi masa depan pembinaan di Lapas Bengkalis.(FN)






