Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis Duri – 28 Agustus 2026. Sebuah pernyataan keras dan mengejutkan datang dari Ketua Umum Tuah Aliansi Anak Melayu, Fredi Noza. Tokoh muda masyarakat Melayu Duri ini menyoroti tajam isu sensitif terkait dugaan penyalahgunaan identitas adat di tanah Melayu. Kritik pedas tersebut dilayangkan terhadap seorang oknum yang dituding mengaku-ngaku sebagai bagian dari suku Melayu demi meraup keuntungan pribadi.
Secara tegas, Fredi Noza menyatakan bahwa individu yang bersangkutan sama sekali tidak memiliki garis keturunan Melayu. Ia menilai tindakan mendompleng nama besar suku Melayu dan menumpang hidup di tanah adat ini sebagai perbuatan “ANAK GAMPANG” yang hanya memanfaatkan identitas demi kepentingan sepihak.
“Dia bukan suku Melayu tapi mengakui suku Melayu. Sedikit pun garis keturunan tidak ada suku Melayu, tapi menjual nama Melayu,” tegas Fredi Noza dalam pernyataannya.
Berdasarkan keterangan dari Ketua Umum Tuah Aliansi Anak Melayu tersebut, terdapat beberapa poin utama yang kini menjadi perhatian serius:
Nol Garis Keturunan: Oknum yang dimaksud dituding sama sekali tidak memiliki darah, silsilah keluarga, ataupun hubungan biologis dengan suku Melayu.
Menumpang Hidup: Individu tersebut dinilai hanya tinggal dan menumpang hidup di atas tanah kebudayaan Melayu, namun tidak menghormati adat istiadat setempat.
Manfaatkan Nama Adat: Pengakuan sepihak sebagai orang Melayu diduga kuat sengaja dilakukan hanya untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri.
Kecaman Keras ‘Anak Gampang‘: Fredi Noza secara gamblang menyebut tindakan menjual nama besar Melayu ini sebagai perilaku yang tidak pantas dan menjulukinya sebagai tindakan “anak gampang”.
Pernyataan tegas dari Fredi Noza ini langsung memicu perhatian luas dari publik, khususnya masyarakat di wilayah Duri dan Kabupaten Bengkalis. Isu ini menggelinding menjadi diskusi hangat mengenai pentingnya menjaga kehormatan, marwah, serta kesucian identitas suku adat di tanah Melayu agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Hingga berita ini dimuat, pihak media masih terus menelusuri informasi lebih lanjut serta berupaya meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait guna mendapatkan keberimbangan informasi (cover both sides).(FN)






