Rakyatmerdekanews.co.id, Jakarta – Tim dosen Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dari Jurusan Administrasi Niaga memperkenalkan Dashboard Usaha Terintegrasi kepada Kelompok UMKM RT 10, Kelurahan Cipedak, Jakarta Selatan, melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Lektor (PKML), Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Pemberdayaan UMKM melalui Pengembangan Dashboard Usaha Terintegrasi untuk Penguatan Tata Kelola Bisnis, Digitalisasi, dan Literasi Keuangan”. Program ini dilakukan sebagai upaya membantu pelaku UMKM dalam mengelola pencatatan dan kondisi keuangan usaha secara lebih mudah melalui pemanfaatan teknologi digital.
Dashboard yang diperkenalkan memungkinkan pelaku usaha memantau sejumlah informasi penting, seperti omzet, stok, laba rugi, hingga kondisi keuangan usaha secara langsung. Dengan demikian, pencatatan yang sebelumnya masih dilakukan secara manual diharapkan dapat menjadi lebih teratur dan mudah dipantau.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Jurusan Administrasi Niaga PNJ, Dr. Wahyudi Utomo, S.Sos., M.Si. Ia mengatakan, persoalan pencatatan usaha menjadi salah satu kendala yang masih sering ditemui pada pelaku UMKM.
“Keluhan pelaku usaha hampir selalu sama, yaitu tidak sempat mencatat dan tidak tahu harus mencatat apa. Tugas kampus vokasi adalah menjawabnya dengan teknologi tepat guna, sesuatu yang sederhana, murah, dan bisa dipakai sambil melayani pembeli. Itu yang kami bawa hari ini,” ujar Wahyudi.
Ketua Tim Pengabdi, Yanita Ella Nilla Chandra, M.Si., menjelaskan bahwa dashboard tersebut dirancang berdasarkan kondisi yang ditemui tim ketika melihat langsung pengelolaan usaha para pelaku UMKM di Cipedak.
Menurutnya, sebagian pelaku usaha masih mengandalkan ingatan dan catatan manual yang terpisah-pisah. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha kesulitan mengetahui perkembangan bisnis secara pasti.
“Selama ini banyak keputusan usaha diambil berdasarkan perkiraan. Terasa ramai berarti untung, terasa sepi berarti rugi. Dengan dashboard ini, semuanya berubah menjadi angka yang bisa dilihat setiap hari, mulai dari penjualan, sisa stok, sampai laba bersih,” kata Yanita.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pelatihan penggunaan dashboard. Mereka diajarkan memasukkan data transaksi harian, membaca ringkasan penjualan, serta memahami grafik sederhana yang tersedia. Data yang telah dimasukkan kemudian dapat dirangkum secara otomatis sehingga tidak perlu dihitung kembali secara manual pada akhir bulan.
Selain penggunaan teknologi, peserta mendapatkan pemaparan mengenai tata kelola bisnis, digitalisasi, dan literasi keuangan yang disampaikan Ratri Kurniasari, M.Ak., dan Arif Santoso, M.Ak.
Ratri menekankan pentingnya memisahkan keuangan usaha dengan kebutuhan rumah tangga. Menurutnya, pencatatan digital tidak akan menghasilkan data yang tepat apabila keuangan usaha masih tercampur dengan uang pribadi.
“Masalah paling sering kami temui adalah uang usaha dan uang dapur bercampur dalam satu dompet. Kalau sumbernya saja sudah tercampur, dashboard secanggih apa pun akan menampilkan angka yang keliru,” jelas Ratri.

Sementara itu, Arif mengatakan pencatatan keuangan yang rapi dan terdigitalisasi dapat membantu pelaku UMKM ketika membutuhkan akses pembiayaan.
“Begitu pencatatan rapi dan terdigitalisasi, pelaku usaha punya laporan yang bisa ditunjukkan kepada bank atau calon mitra. Itu berarti akses modal yang selama ini terasa jauh menjadi lebih terbuka,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat saat mengikuti sesi praktik. Para pelaku UMKM mencoba memasukkan data penjualan usaha masing-masing dan melihat hasilnya secara langsung dalam bentuk grafik.
Salah seorang peserta dari Kelompok UMKM RT 10 mengaku penggunaan dashboard membantunya mengetahui keuntungan usaha secara lebih jelas.
“Baru kali ini saya tahu berapa untung bersih warung saya sebulan. Selama ini hanya menebak-nebak,” ujarnya.
Tim pengabdi berharap program tersebut dapat dilanjutkan melalui pendampingan secara berkala. Langkah itu diharapkan membuat penggunaan dashboard menjadi kebiasaan bagi pelaku UMKM, sehingga digitalisasi dan pencatatan keuangan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam menjalankan usaha.(Red)






