Jembatan Gantung Baru di Purworejo Buka Akses 3.500 Warga, Ini Dampaknya bagi Desa Semawung

Rakyatmerdekanews.co.id, Purworejo – Kabar gembira datang bagi masyarakat Desa Semawung, Kabupaten Purworejo. Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, meresmikan Jembatan Gantung Sungai Semawung yang menghubungkan Desa Semawung dengan Dusun Sucen pada Minggu (14/6/2026).

Keberadaan jembatan yang membentang di atas Sungai Semawung tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus memperlancar berbagai aktivitas ekonomi, sosial, pendidikan, dan kebutuhan sehari-hari warga setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti menegaskan bahwa jembatan gantung tersebut bukan hanya berfungsi sebagai sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi penghubung berbagai aktivitas penting masyarakat yang berperan dalam mendorong kemajuan desa.
“Saya berharap keberadaan jembatan ini dapat mempermudah mobilitas warga serta memberikan manfaat bagi kemajuan Desa Semawung,” ujarnya.

Jembatan gantung tersebut merupakan bantuan dari Vertical Rescue Indonesia dan menjadi jembatan ke-260 yang berhasil dibangun oleh organisasi tersebut di berbagai daerah di Indonesia.

Peresmian jembatan turut dihadiri Pembina Vertical Rescue Indonesia, AM Putranto, Komandan Vertical Rescue Indonesia, Tedi Ixdiana, serta Kapolres Purworejo, Windy Syafutra.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan jembatan sekaligus penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat Desa Semawung.

Sementara itu, AM Putranto menjelaskan bahwa pembangunan jembatan berawal dari hasil pemantauan bersama sejumlah pihak terhadap wilayah yang membutuhkan akses penghubung yang layak dan aman.

Menurutnya, jembatan tersebut akan dimanfaatkan oleh sekitar 3.500 warga sehingga keberadaannya memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat.
“Jembatan ini akan dimanfaatkan sekitar 3.500 warga. Karena itu kami berharap masyarakat dapat menjaga dan merawatnya dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Senada dengan itu, Tedi Ixdiana menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan 1.000 jembatan di Indonesia yang bertujuan membuka akses bagi wilayah-wilayah yang masih terisolasi.

“Ini adalah jembatan ke-260 yang telah kami selesaikan. Setelah diresmikan, jembatan ini menjadi milik masyarakat dan harus dijaga bersama agar terus memberikan manfaat bagi warga sekitar,” ungkapnya.

Dengan diresmikannya Jembatan Gantung Sungai Semawung, masyarakat kini memiliki akses yang lebih mudah dan aman untuk menjalankan berbagai aktivitas.

Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa, memperlancar akses pendidikan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
(Kun)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *