Rakyatmerdekanews.co.id, Jakarta – Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin resmi membuka Rapat Evaluasi Capaian Kinerja Semester I Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2026 pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Rapat yang dilaksanakan secara hybrid tersebut diikuti oleh jajaran Kejaksaan Agung, Kepala Kejaksaan Tinggi, Kepala Kejaksaan Negeri, hingga Perwakilan Kejaksaan Republik Indonesia yang bertugas di luar negeri.
Dalam pengarahannya, Jaksa Agung menegaskan bahwa evaluasi ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum krusial untuk melakukan perbaikan menyeluruh terhadap capaian kinerja serta efektivitas penggunaan anggaran.
Menghadapi berbagai dinamika dan ujian berat yang tengah memengaruhi citra institusi, Jaksa Agung menekankan pentingnya langkah nyata untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.
“Kepercayaan publik tidak dapat dibangun hanya melalui penyampaian narasi semata, melainkan harus dibuktikan melalui hasil kerja konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Jaksa Agung.
Oleh karena itu, seluruh jajaran Aparatur Kejaksaan diimbau untuk memperkuat marwah organisasi dan menjadikan forum evaluasi ini sebagai pijakan utama dalam meningkatkan kualitas pengabdian kepada negara.
Fokus pada Akuntabilitas Kinerja Tahun Berjalan
Dalam kerangka siklus perencanaan dan penganggaran, Jaksa Agung menjelaskan kedudukan Rapat Evaluasi Capaian Kinerja Semester I berlandaskan pada Pedoman Jaksa Agung Nomor 1 Tahun 2022.
Berbeda dengan Rapat Kerja Nasional yang fokus pada perumusan kebijakan strategis jangka panjang, dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan yang mengurus penyelarasan anggaran, forum evaluasi semesteran ini fokus pada akuntabilitas kinerja pada tahun berjalan.
Pelaksanaan evaluasi mengacu pada Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah untuk mengukur kesesuaian antara rencana strategis dan realisasi di lapangan, sekaligus mengidentifikasi kesenjangan target guna merumuskan langkah perbaikan pada semester berikutnya.
Catatan Keuangan dan Program Prioritas
Dari sisi pengelolaan keuangan, Kejaksaan RI berhasil mencatatkan peningkatan Nilai Kinerja Anggaran serta mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut.
Namun Jaksa Agung memberikan perhatian khusus terhadap ketimpangan antara penyerapan anggaran dan capaian output fisik pada periode Januari hingga awal Agustus 2026.
Jaksa Agung mengingatkan seluruh unit kerja agar tidak hanya berfokus pada angka serapan dana, melainkan wajib memastikan setiap pengeluaran didukung bukti pertanggungjawaban yang sah dan menghasilkan kemanfaatan nyata.
“Perhatian yang tidak kalah penting juga diarahkan pada pelaksanaan Rincian Output Prioritas Nasional. Meskipun kegiatan Penyuluhan Hukum telah mencatatkan hasil yang memuaskan, beberapa program strategis seperti Keadilan Restoratif, Pengadaan Kendaraan Tahanan, Pengembangan Rumah Sakit Umum Adhyaksa, Operasi Pemulihan Aset, serta Pembangunan Rumah Susun Negara di beberapa wilayah Indonesia timur masih memerlukan dorongan dan percepatan yang signifikan,” terang Jaksa Agung.
Ia meminta hambatan pada program-program prioritas tersebut segera diidentifikasi dan diselesaikan tuntas tanpa menunggu batas akhir tahun anggaran.
Tiga Arahan untuk Optimalisasi Semester II
Guna mengoptimalkan kinerja pada Semester II Tahun 2026, Jaksa Agung menyampaikan tiga arahan utama kepada seluruh peserta rapat.
Seluruh jajaran diperintahkan untuk melakukan kaji ulang menyeluruh terhadap pelaksanaan tugas, menginventarisasi kendala teknis maupun administratif, serta merumuskan terobosan dan solusi konkret.
“Apabila diproyeksikan terdapat program yang tidak mencapai target, unit kerja diminta segera melakukan revisi anggaran agar alokasi dana dapat dialihkan ke kegiatan yang lebih produktif,” imbuh Jaksa Agung.
Mengakhiri sambutannya, Jaksa Agung berharap seluruh peserta dapat menerapkan materi dari para narasumber sehingga mampu mendorong optimalisasi capaian kinerja pada Semester II 2026.
“Mari kita berdiri dalam satu barisan, saling menguatkan dalam setiap tantangan dan bersama-sama menjaga kehormatan Korps Adhyaksa. Hanya dengan soliditas dan solidaritas yang kokoh, kita dapat membawa Kejaksaan menjadi institusi yang lebih kuat, profesional dan berintegritas,” pungkas Jaksa Agung. (Red)
Jaksa Agung Tekankan Pemulihan Kepercayaan Publik dan Transparansi Akuntabilitas di Rapat Evaluasi Capaian Kinerja Semester I 2026






