Rakyatmerdekanews.co.id, JAKARTA – Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI) kembali mengingatkan pentingnya nilai-nilai integritas, kerendahan hati, dan transparansi bagi para pejabat publik, khususnya di lingkungan peradilan dan instansi pemerintahan, Selasa, 15 September 2026.
Fenomena jaga image (jaim) yang kerap dipertontonkan sebagian pejabat dinilai seringkali melunturkan esensi pelayanan yang sesungguhnya.
Padahal, setiap kewenangan, jabatan, dan fasilitas yang melekat pada seorang pejabat bukanlah sebuah prestasi mutlak, melainkan amanah serta titipan sementara dari Sang Khalik yang kelak akan dipertanggungjawabkan.
Poin-Poin Utama Refleksi Ketum FORSIMEMA:
1. Kesadaran Fana atas Kekuasaan: Jabatan bersifat temporer. Yang akan selalu tinggal di hati masyarakat dan sejarah bukanlah pangkat atau fasilitas, melainkan integritas serta ketulusan dalam melayani.
2. Menanggalkan Pencitraan: Budaya jaim atau sibuk membangun citra semu harus ditinggalkan dan digantikan dengan kerja nyata yang transparan dan akuntabel. Pejabat tidak perlu membangun tembok formalitas berlebihan yang justru menjauhkan dari rakyat.
3. Keterbukaan Komunikasi: Pejabat dan bagian kehumasan (Humas Peradilan) didorong untuk lebih cair, humanis, dan terbuka dalam berinteraksi dengan masyarakat maupun rekan-rekan media. Humas bukan penjaga citra, melainkan jembatan informasi.
4. Sinergi Kritis dengan Media: Media bukan ancaman bagi citra pejabat, tetapi mitra strategis untuk meluruskan informasi, mengawal keadilan, dan mendidik publik secara objektif. Kemitraan yang sehat akan memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.
”Ketika pejabat berhenti merasa paling benar dan mulai menyadari bahwa kursi kepemimpinan hanyalah titipan, di situlah pelayanan publik yang bermartabat dan berkeadilan benar-benar dimulai,” ujar Ketum FORSIMEMA-RI.
FORSIMEMA-RI menegaskan akan terus mengawal semangat peradilan yang humanis, terbuka, dan berintegritas. Sebab jabatan boleh berganti, namun pengabdian yang tulus akan abadi dalam ingatan publik. (Red)
Ketum FORSIMEMA Ingatkan Pejabat: Tinggalkan Budaya Jaim, Jabatan Hanyalah Titipan Sementara






