‎HUT ke-81 MA, Sekretaris MA Laporkan 10 Inovasi dan Digitalisasi Peradilan

Rakyatmerdekanews.co.id, Jakarta – Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 pada Rabu (19/8/2026). Puncak peringatan tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan 81 tahun MA sekaligus memperkenalkan berbagai pembaruan dalam mewujudkan peradilan yang luhur, modern, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

‎Sekretaris Mahkamah Agung sekaligus Ketua Panitia HUT ke-81 MA, Sugiyanto, dalam laporan panitia yang disampaikan di Balairung MA, menyampaikan bahwa rangkaian peringatan HUT ke-81 telah dimulai sejak 28 Juli 2026.

‎“Pada hari ini, Rabu 19 Agustus 2026, merupakan puncak kegiatan HUT Mahkamah Agung. Pada momentum hari ke-81 ini, MA telah melaksanakan berbagai rangkaian agenda, seperti transformasi digital, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan integritas,” ujar Sugiyanto.

‎Rangkaian kegiatan diawali dengan kompetisi Persatuan Tenis Warga Peradilan (PTWP) Piala Ketua Mahkamah Agung yang dimulai pada 28 Juli 2026. Kompetisi tersebut menjadi bagian dari kegiatan olahraga untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-81 MA. Para pemenang kompetisi tenis selanjutnya akan diumumkan dalam kegiatan jalan sehat yang direncanakan berlangsung pada 23 Agustus 2026.

‎Menurut Sugiyanto, rangkaian peringatan HUT ke-81 MA tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga diarahkan untuk menampilkan berbagai capaian dan inovasi yang tengah dilakukan MA. Salah satu agenda utama pada puncak peringatan adalah peluncuran 10 aplikasi dan inovasi peradilan.

‎Sepuluh inovasi tersebut mencerminkan komitmen MA dalam memperkuat transformasi digital, meningkatkan efektivitas administrasi perkara, mengembangkan kompetensi aparatur, serta memperluas kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.

‎Pertama, pembaruan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) terkait Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 2026.

‎Kedua, pembaruan SIPP terkait Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 2 Tahun 2026.

‎Ketiga, integrasi aplikasi Respons Cepat Pelayanan Kepaniteraan (RESPEK) dengan Sistem Informasi Administrasi Perkara Mahkamah Agung (SIAP MA). Integrasi ini ditujukan untuk memperkuat efektivitas dan kecepatan pelayanan administrasi perkara di lingkungan Mahkamah Agung.

‎Keempat, penerbitan jurnal ilmiah Mahkamah Agung, “Judicia Suprema”. Jurnal ini diharapkan menjadi ruang pengembangan pemikiran dan kajian ilmiah di bidang hukum serta peradilan.

‎Kelima, pembaruan website Mahkamah Agung sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyampaian informasi publik dan layanan digital kepada masyarakat.

‎Keenam, aplikasi Legalisace, yaitu layanan yang mendukung proses legalisasi putusan dan akta cerai secara elektronik.

‎Ketujuh, aplikasi E-Ganis (Elektronik Tenaga Teknis) yang dikembangkan untuk mendukung pengelolaan dan pelayanan terkait tenaga teknis di lingkungan peradilan.

‎Kedelapan, aplikasi OPERA (Optimalisasi Pelaporan Perkara di Lingkungan Peradilan Militer) yang ditujukan untuk mengoptimalkan proses pelaporan perkara di lingkungan peradilan militer.

‎Kesembilan, aplikasi SIMPEL (Sistem Informasi Pembelajaran Online) yang mendukung pelaksanaan pembelajaran dan pengembangan kompetensi aparatur secara daring.

‎Kesepuluh, SIMPATI (Sistem Monitoring Perencanaan dan Keuangan Terintegrasi) yang dikembangkan untuk mendukung monitoring perencanaan dan pengelolaan keuangan secara terintegrasi.

‎Sugiyanto menyampaikan bahwa berbagai inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya MA untuk terus melakukan pembaruan dalam penyelenggaraan kekuasaan kehakiman. Transformasi digital tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.

‎“Puncak kegiatan peringatan HUT ke-81 Mahkamah Agung akan ditandai dengan peluncuran 10 aplikasi,” kata Sugiyanto.

‎Peringatan HUT ke-81 MA tahun ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat pembaruan yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas layanan, penguatan integritas, pengembangan kompetensi aparatur, serta kesejahteraan warga peradilan.

‎Dengan mengusung semangat “Peradilan Luhur, Indonesia Makmur”, peringatan HUT ke-81 MA diharapkan menjadi pengingat bahwa kemajuan lembaga peradilan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, transparansi, dan komitmen terhadap pelayanan publik.

Dengan demikian, 81 tahun perjalanan Mahkamah Agung bukan sekadar catatan sejarah, melainkan momentum untuk terus bergerak melakukan pembaruan. Berbagai inovasi yang diluncurkan pada peringatan HUT ke-81 menjadi bagian dari langkah MA dalam membangun peradilan yang semakin modern, efektif, transparan, berintegritas, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *