Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis tidak hanya dirayakan dengan seremoni, melainkan dengan aksi nyata yang menyentuh langsung akar ekonomi masyarakat. Pada Senin (27/04), Lapas Bengkalis resmi menyerahkan bantuan satu unit gerobak usaha kepada Rosmala Dewina, seorang pejuang ekonomi keluarga sekaligus orang tua dari salah satu warga binaan.
Penyerahan bantuan yang berlangsung khidmat di halaman depan Lapas ini menjadi potret hangat sinergi antara institusi penegak hukum dan masyarakat. Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, turun langsung memimpin pemberian bantuan tersebut sebagai bentuk komitmen pengabdian jajaran pemasyarakatan.
Pemilihan Rosmala Dewina sebagai penerima manfaat bukanlah tanpa alasan. Tim Lapas Bengkalis melakukan asesmen ketat untuk memastikan bantuan ini jatuh ke tangan yang tepat. Ibu Rosmala dikenal sebagai sosok yang gigih; ia adalah tulang punggung keluarga yang juga merawat anak berkebutuhan khusus.
Selama ini, ia menjajakan gorengan dengan peralatan seadanya di lokasi strategis jalan utama kota. Keterbatasan sarana menjadi hambatan utama bagi usahanya untuk berkembang. Kehadiran gerobak baru ini diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan taraf hidup keluarganya.
Dalam arahannya, Kalapas Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa HBP ke-62 adalah momentum refleksi bagi insan pemasyarakatan untuk memberikan dampak positif yang konkret.
“Bakti sosial ini adalah wujud nyata kehadiran kami untuk masyarakat, khususnya keluarga warga binaan yang tengah berjuang secara ekonomi. Kami tidak ingin bantuan ini berhenti di sini saja; kami ingin gerobak ini menjadi pemantik semangat bagi Ibu Rosmala untuk mandiri dan sukses,” ujar Priyo dengan optimis.
Ia juga menambahkan bahwa pihak Lapas akan terus melakukan pemantauan berkala. “Kami ingin memastikan bantuan ini memberikan manfaat yang berkelanjutan, bukan sekadar pemberian simbolis sekali jalan,” tegasnya.
Suasana haru menyelimuti lokasi saat gerobak diserahkan secara simbolis. Ibu Rosmala tidak mampu menyembunyikan rasa syukurnya atas perhatian besar yang diberikan oleh jajaran Lapas Kelas IIA Bengkalis.
Aksi nyata ini kembali mempertegas posisi Lapas Bengkalis sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada pembinaan di dalam jeruji, tetapi juga peduli pada ketahanan sosial dan ekonomi keluarga warga binaan di luar tembok penjara. Langkah ini menjadi bukti kuat bahwa kemitraan antara lembaga pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Bengkalis terjalin dengan sangat harmonis.(FN)






