Rakyatmerdekanews.co.id, Jakarta — Gerakan Rakyat (Garda Prabowo) Dukung dan Bela Prabowo) adalah sebuah organisasi masyarakat (ormas) yang dideklarasikan untuk mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan mengawasi jalannya berbagai program kerakyatan.
Dan salah satu tugas Garda Prabowo menjadi mitra strategis bagi pemerintah, TNI, dan POLRI, sekaligus ormas yang membela kepentingan rakyat.
Selain kegiatan organisasi internal, pengurus Garda Prabowo aktif melakukan audiensi dengan pemerintah daerah dan kepolisian setempat guna memperkuat sinergi di tingkat wilayah.
Garda Prabowo telah menyatakan kesiapannya untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto pada putaran kedua.
Pada waktu tersebut, seluruh simpul organisasi dan relawan telah merapatkan barisan dengan strategi berikut:
Konsolidasi Total: Berbagai kelompok relawan dan organisasi seperti Garda Prabowo melakukan konsolidasi masif hingga ke tingkat daerah untuk memastikan mesin pemenangan tetap solid.
Hilman Suryawijaya, Ketua Departemen Antar Lembaga Maritim, Garda Prabowo Dewan Koordinasi Nasional Gerakan Rakyat Dukung dan Bela Probowo mulai rajin kampanye program kerja, fokus menyosialisasikan keberlanjutan program kerja serta visi misi Prabowo-Gibran agar dapat diterima oleh lebih banyak pemilih.
Untuk memastikan mesin pemenangan tetap solid dan sukses memenangkan Prabowo di putaran kedua, Garda Prabowo melakukan konsolidasi masif hingga ke tingkat bawah.
Dalam waktu dekat ini Departemen Antar Lembaga Maritim, Garda Prabowo yang dikomandoi Hilman Suryawijaya akan melakukan gebrakan konsolidasi dengan menggelar acara akbar di Senayan yang rencananya akan mengumpulkan sedikitnya 15 hingga 20 ribu massa yang terdiri para nelayan dan lain sebagainya.
Menurut Hilman Suryawijaya,
Indonesia sangat lekat dengan julukan negara maritim karena sekitar 71 persen dari total luas wilayahnya adalah lautan, dengan perbandingan perairan yang jauh lebih luas dibandingkan daratan.
Alasan utama mengapa Indonesia menyandang sebutan ini meliputi:
Wilayah perairan luas: Memiliki lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai terpanjang kedua di dunia.
Potensi Kelautan: Menjadi salah satu produsen perikanan terbesar di dunia dengan keanekaragaman hayati laut yang melimpah.
Posisi Geostrategis: Terletak di antara dua samudra (Hindia dan Pasifik), menjadikannya jalur lintas utama perdagangan internasional.
Pengakuan Hukum Internasional: Status ini diakui secara global berdasarkan hukum internasional atau United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS 1982).
Kondisi geografi yang dikelilingi lautan ini juga mendorong pemerintah untuk terus menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia demi memanfaatkan sumber daya laut demi kemakmuran dan ekonomi nasional. Untuk memahami lebih lanjut potensi dan sejarahnya. (Red)


