“Skandal Sabu Desa Jangkang: Tamparan Keras bagi Slogan ‘Bengkalis BERMASA’!”

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Slogan “Bengkalis Bermarwah, Maju, dan Sejahtera” kini terasa hambar dan ironis. Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Pemerintah Kabupaten Bengkalis setelah sidak urine mendadak di Kantor Desa Jangkang, Kecamatan Bantan, pada Rabu (22/04/2026) membongkar borok yang selama ini tertutup rapi.

Lagi dan lagi, Seorang staf Perlindungan Masyarakat (Linmas) berinisial S (54) terbukti positif mengonsumsi Methamphetamine dan Amphetamine. Ironisnya, garda depan keamanan desa yang seharusnya melindungi warga justru menjadi budak sabu.

Jaringan di Dalam Kantor Desa, Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si, mengungkapkan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bengkalis bersama Polsek Bantan. Dari 28 sampel urine yang diperiksa secara acak, S tak berkutik saat hasil tes menunjukkan ia positif narkotika.

Tak berhenti di situ, pengembangan cepat tim kepolisian berhasil meringkus A.A (40), seorang wiraswasta yang diduga kuat menjadi pemasok bagi sang oknum Linmas. Dari tangan para pelaku, polisi menyita alat hisap (bong), kaca pirex, dan plastik sisa sabu, sebuah perangkat “pesta racun” yang mencoreng institusi desa.

Kritik Tajam: Bukan Sekadar Kecolongan, Tapi Pembiaran!, Kasus ini bukan lagi sekadar insiden “kecolongan” biasa. Ini adalah bukti nyata adanya kelalaian kronis dan sikap tutup mata para pimpinan wilayah. Camat Bantan dan Kepala Desa Jangkang patut dipertanyakan kredibilitasnya dalam membina aparat di bawahnya.

Bagaimana mungkin seorang pemadat bisa lolos dan duduk nyaman di kursi pelayanan publik? Apakah pengawasan selama ini hanya formalitas di atas kertas?

Desakan untuk Bupati: Operasi Sapu Bersih, Bukan “Omon-Omon”!

Masyarakat Bengkalis kini bergejolak. Suara-suara kemarahan mulai menggema di media sosial dan sudut-sudut desa. Rakyat tidak rela pajak yang mereka bayar digunakan untuk menggaji oknum yang otaknya rusak karena narkoba.

Masyarakat menuntut langkah radikal dari Bupati Bengkalis:

Tes Urine Massal Total:

1.Segera perintahkan cek urine mendadak di seluruh instansi pemerintah, mulai dari tingkat Kabupaten, DPRD, hingga ke seluruh 11 Kecamatan dan seluruh Desa di Bengkalis tanpa kecuali.

2.Sanksi Pecat: Tidak ada tempat bagi pengguna narkoba di pemerintahan. Pemecatan tidak hormat harus menjadi harga mati.

3.Audit Kepemimpinan: Evaluasi total terhadap Camat dan Kades yang wilayahnya terbukti menjadi “sarang” pemadat berbaju dinas.

Jika Pemerintah Kabupaten Bengkalis ragu atau menunda langkah ini, patut dicurigai ada ketakutan bahwa borok yang lebih besar akan terbongkar. Jangan biarkan masyarakat terus dilayani oleh aparat yang kehilangan kesadaran.

Kesimpulan: Berani Bersih atau Memelihara Benalu?

Kini bola panas ada di tangan Pemerintah Kabupaten. Apakah mereka punya nyali untuk membersihkan instansinya dari benalu narkoba, atau justru akan terus memelihara musuh dalam selimut yang merusak martabat Bumi Lancang Kuning?

Rakyat menantikan kerja nyata, bukan sekadar pencitraan “omon-omon” di media sosial. Bengkalis harus benar-benar bersih, atau slogan “Bermasa” hanya akan menjadi lelucon di tengah kepungan narkoba.(FN)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *