Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Saat warga Desa Lubuk Garam lagi asyik-asyiknya mimpi indah, Tim Opsnal Polsek Siak Kecil justru lagi semangat-semangatnya main “petak umpet” skala besar. Hasilnya? Dua pria senior berinisial A.U (49) dan M.K (56) sukses diringkus setelah ketahuan menjadikan rumah mereka sebagai “apotek dadakan” barang haram.
Babak 1: A.U Sang Kolektor Bong (00.10 WIB),Drama dimulai tepat sepuluh menit setelah tengah malam di Dusun Suka Makmur. Pria berinisial A.U (49) yang harusnya sudah istirahat demi kesehatan tulang di usia menjelang kepala lima, malah sibuk mengurus “bisnis tepung” miliknya.
Polisi yang datang bertamu tanpa undangan langsung melakukan penggeledahan. Hasilnya? Petugas menemukan harta karun berupa paket sabu ukuran kecil dan sedang. Tak hanya itu, polisi juga menemukan koleksi alat hisap alias bong dan kaca pirek yang kalau ditanya mungkin alasannya buat “hiasan akuarium”. Uang tunai Rp450.000 hasil keringat (haram)-nya pun ikut disita.
A.U pun “nyanyi” kalau barang itu didapat dari kawannya berinisial K. Tapi sayang, suara nyanyiannya hanya membawanya langsung menuju jeruji besi.
Babak 2: M.K Si Ahli Sembunyi Dapur (01.30 WIB),Nggak butuh waktu lama, cuma selisih satu jam lebih sedikit, polisi melakukan expantion pack serangan ke Dusun Suka Jadi. Kali ini korbannya adalah M.K (56), pria yang secara usia harusnya sudah jadi sesepuh teladan, tapi malah jadi “agen rahasia” sabu.
M.K ini rupanya punya selera unik dalam menyimpan barang. Polisi menemukan 1 paket kecil dan 5 paket sedang sabu yang disembunyikan di tempat-tempat yang sangat aesthetic: di kantong baju yang tergantung sampai di bawah alas sudut dapur! Mungkin M.K pikir polisi kalau lapar bakal nyari cemilan di dapur dan nggak bakal nemu sabunya. Sayangnya, polisi Siak Kecil lebih jago nyari sabu daripada nyari kunci motor yang hilang.
Setelah dikumpulkan di Mapolsek Siak Kecil, kedua pria ini dipaksa melakukan “ritual” tes urine. Hasilnya? Positif Methamphetamine! Menyala sekali hasil urinenya, membuktikan kalau mereka memang bukan cuma jualan, tapi juga jadi “tester” setia produk sendiri.
Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, menegaskan bahwa nggak ada ruang buat main-main dengan narkoba di wilayahnya. Sementara A.U dan M.K kini harus belajar hidup baru di balik jeruji besi, polisi masih memburu sosok misterius berinisial I (DPO) yang diduga jadi bos besar di balik layar.
Pesan dari Kepolisian: Buat warga yang liat tetangganya tiba-tiba rajin nerima tamu tengah malam tapi nggak pernah bagi-bagi kopi, mending lapor ke Call Center 110. Jangan sampai desa kamu berubah jadi “Lubuk Sabu”, biarlah tetap jadi Lubuk Garam yang asri tanpa narkoba! (FN)






