Miris, Anggaran Porkab 2027 Masih Nol, DPRD Purworejo Khawatir Atlet Berbakat Hijrah ke Daerah Lain

Rakyatmerdekanews.co.id, Purworejo – Komisi I DPRD Kabupaten Purworejo menyoroti belum adanya alokasi anggaran untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027.

Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat pembinaan atlet sekaligus mengancam keberlangsungan prestasi olahraga daerah.
Sorotan itu disampaikan dalam rapat pembahasan KUA-PPAS 2027 bersama para camat di ruang Komisi I DPRD Purworejo, Rabu (15/7/2026).

Ketua Komisi I DPRD Purworejo, Budi Sunaryo, mengatakan pihaknya prihatin karena hingga saat ini anggaran Porkab di tingkat kecamatan masih belum tersedia. Padahal, setiap kecamatan memiliki kewajiban menyiapkan atlet terbaik untuk mengikuti ajang olahraga tingkat kabupaten tersebut.

“Yang menjadi keprihatinan kami, anggaran untuk Porkab di tingkat kecamatan ternyata masih nol. Padahal setiap kecamatan harus mengirim atlet-atlet terbaiknya,” ujar Budi usai rapat.

Dalam pembahasan itu, Komisi I juga meminta masing-masing kecamatan menyampaikan kebutuhan anggaran untuk mengikuti Porkab. Namun, para camat belum dapat memberikan angka pasti terkait kebutuhan tersebut.

Untuk itu, Komisi I mendorong pemerintah kecamatan segera berkoordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar), serta Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD). Langkah tersebut dinilai penting agar kebutuhan anggaran dapat dihitung secara rinci dan menjadi dasar pembahasan dalam penyusunan APBD.

“Kami menyarankan agar kecamatan segera berkoordinasi dengan KONI, Dinporapar, dan BPPKAD sehingga kebutuhan anggaran pengiriman atlet dapat dihitung secara jelas. Dengan begitu, pembahasannya bisa dilakukan secara terukur,” katanya.

Budi menilai Purworejo memiliki banyak atlet berbakat yang berpotensi mengharumkan nama daerah. Namun, minimnya dukungan anggaran dan pembinaan dikhawatirkan membuat para atlet memilih bergabung dengan daerah lain yang dinilai lebih memberikan perhatian terhadap pengembangan prestasi olahraga.

“Potensi atlet kita sangat besar. Jangan sampai karena kurang perhatian dan pembinaan, mereka justru memilih membela kabupaten lain. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Menurut Budi, dukungan anggaran tidak hanya dibutuhkan untuk membiayai keikutsertaan atlet dalam Porkab, tetapi juga menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan.

Karena itu, Komisi I DPRD Purworejo berharap kebutuhan anggaran Porkab dapat diakomodasi dalam pembahasan APBD Tahun Anggaran 2027. Dengan dukungan yang memadai, pembinaan atlet di setiap kecamatan diharapkan semakin optimal sehingga mampu meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Purworejo di berbagai ajang kompetisi.(Kun)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *