Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Bekali Taruna Akmil

Rakyatmerdekanews.co.id, Magelang – Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Rano Tilaar menerima kunjungan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A., beserta rombongan di Kesatrian Akademi Militer, Magelang, Sabtu (11/7/2026). Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka memberikan ceramah pembekalan kepada Taruna/Taruni Akademi Militer di Gedung Moch Lily Rochli sebagai bagian dari upaya membekali calon Perwira TNI Angkatan Darat dengan wawasan strategis mengenai pembangunan nasional dan pembangunan kewilayahan.

‎Dalam sambutannya, Gubernur Akademi Militer menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI beserta rombongan di Lembah Tidar.

Menurutnya, kehadiran Dr. Agus Harimurti Yudhoyono merupakan kehormatan sekaligus kesempatan berharga bagi para Taruna/Taruni, khususnya Taruna Tingkat III/Sermatar Tahun Pendidikan 2025/2026, untuk memperoleh pemahaman langsung mengenai arah kebijakan pembangunan nasional, terutama di bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan.

Gubernur juga menyampaikan bahwa Taruna Tingkat III/Sermatar akan melaksanakan Penutupan Pendidikan pada 16 Juli 2026 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, dan selanjutnya mengikuti Upacara Prasetya Perwira pada 21 Juli 2026 di Istana Merdeka yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia.

Dalam ceramahnya, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono menjelaskan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan kebijakan pembangunan nasional yang melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, serta Kementerian Transmigrasi.

Beliau menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi fondasi pemerataan kesejahteraan, penguatan konektivitas antarwilayah, peningkatan daya saing bangsa, serta memperkokoh ketahanan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim, perkembangan teknologi, dan dinamika geopolitik.

Menko AHY juga mengajak para Taruna/Taruni untuk membangun pola pikir strategis, adaptif, dan kolaboratif sebagai bekal dalam mengemban tugas sebagai Perwira TNI AD. Menurutnya, seorang perwira tidak hanya dituntut memiliki kemampuan kepemimpinan dan profesionalisme, tetapi juga harus mampu memahami keterkaitan antara pertahanan negara dan pembangunan nasional.

‎Sinergi antara TNI dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia yang maju, tangguh, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. Melalui pembekalan ini diharapkan para calon Perwira Remaja memiliki wawasan kebangsaan yang semakin luas, berintegritas, serta siap mengabdi kepada bangsa dan negara dengan semangat pengabdian, inovasi, dan kepemimpinan yang visioner. (Ikh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *