Badung-RMNews: Bali Media Partner memperkuat perannya sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan dunia pendidikan tinggi melalui audiensi dengan jajaran pimpinan Universitas Udayana (UNUD) di Ruang Bahasa Gedung Rektorat Kampus Jimbaran, Kamis (9/7). Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk membahas kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT), akses beasiswa, hingga upaya mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif, transparan, dan berkeadilan.
Audiensi dihadiri Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi beserta jajaran pimpinan Universitas Udayana. Dalam dialog tersebut, Bali Media Partner menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat terkait keterjangkauan biaya kuliah, perluasan akses beasiswa, serta pentingnya keterbukaan informasi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Merespons berbagai masukan tersebut, Universitas Udayana menegaskan bahwa kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dilaksanakan sesuai regulasi pemerintah dan bukan ditetapkan secara sepihak oleh perguruan tinggi. Penetapan UKT mengacu pada Permendikbudristek Nomor 2 Tahun 2024, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 63 Tahun 2024, serta ketentuan teknis lainnya yang mengatur mekanisme penetapan, pengenaan, hingga peninjauan kembali besaran UKT.
Universitas juga menjelaskan bahwa regulasi memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan peninjauan kembali besaran UKT apabila terjadi perubahan kondisi ekonomi keluarga, dengan mekanisme verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Universitas Udayana menyiapkan sejumlah skema bantuan pendidikan, di antaranya penurunan kelompok UKT secara permanen, pembayaran UKT secara mengangsur, pengurangan UKT bagi mahasiswa tingkat akhir, pembebasan UKT bagi mahasiswa yang cuti maupun telah menyelesaikan seluruh beban studi, hingga peninjauan kembali kelompok UKT berdasarkan hasil verifikasi.
Dalam audiensi tersebut, Universitas Udayana juga memaparkan komitmennya memperluas akses pendidikan melalui berbagai program beasiswa. Pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, tercatat sebanyak 4.249 mahasiswa menerima bantuan pendidikan melalui sekitar 40 program beasiswa yang berasal dari pemerintah pusat, kementerian, pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, yayasan, hingga berbagai mitra kerja sama.
Program KIP Kuliah menjadi program dengan jumlah penerima terbanyak, yakni mencapai 2.978 mahasiswa. Selain itu tersedia pula berbagai skema lain seperti LPDP, PPDS Kementerian Kesehatan, Beasiswa Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), ADik, Bantuan Biaya Pendidikan, Bank Indonesia, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), dan sejumlah program lainnya.
Terkait Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), Universitas Udayana menegaskan bahwa program tersebut merupakan kerja sama Pemerintah Provinsi Bali dengan perguruan tinggi sebagai mitra pelaksana. Seluruh proses administrasi, seleksi, hingga penetapan penerima dilaksanakan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Dalam forum tersebut, Bali Media Partner menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, media, dan masyarakat agar setiap kebijakan pendidikan dapat dipahami secara utuh serta mampu menjawab kebutuhan mahasiswa, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Jajaran pimpinan Universitas Udayana menyambut baik masukan yang disampaikan Bali Media Partner dan menilai media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat sekaligus menjadi penghubung antara masyarakat dengan institusi pendidikan.
Universitas juga memastikan seluruh informasi mengenai UKT, mekanisme keringanan biaya pendidikan, hingga berbagai program beasiswa dapat diakses secara terbuka melalui kanal informasi resmi universitas.
Menutup audiensi, kedua belah pihak sepakat bahwa sinergi antara media dan perguruan tinggi perlu terus diperkuat guna menciptakan pendidikan tinggi yang semakin terbuka, inklusif, dan mampu memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat. Dialog yang terbangun melalui audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Bali. (Chan/Skr)




