Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis Duri — Sebuah drama komedi kriminal nyata baru saja tersaji di Jalan Perkebunan PT ADEI, Desa Muara Basung. Niat hati ingin menggelar “pasar malam mini” transaksi sabu, tiga sekawan di Kecamatan Pinggir malah bubar jalan setelah digerebek Tim Opsnal Polsek Pinggir Polres Bengkalis pada Sabtu malam (22/8/2026) sekitar pukul 20.16 WIB.
Dalam festival penyergapan ini, polisi berhasil mengamankan satu orang “pemenang” yang tertinggal di lokasi, sementara dua temannya mendadak jadi atlet lari dadakan dan berhasil lolos.
Semua bermula dari laporan warga Desa Muara Basung yang gerah dengan aktivitas mencurigakan di wilayah mereka. Polisi yang mendapat laporan langsung berubah menjadi “intel sunyi” dan melakukan pengintaian di Simpang Tiga Jambuan.
Saat petugas sedang asyik memantau, terlihatlah tiga orang pria yang sedang asyik berbisik-bisik, diduga kuat sedang bertukar barang haram. Tanpa aba-aba, polisi langsung melakukan penyergapan kilat!
Melihat kedatangan petugas, kepanikan luar biasa langsung melanda ketiga orang tersebut:
KP (27 tahun): Bernasib apes. Diduga kurang minum vitamin atau talinya sepatunya lepas, pria asli Muara Basung ini gagal mengeluarkan jurus seribu bayangan dan langsung diringkus petugas di tempat.
E dan P: Dua sosok misterius ini mendadak punya kekuatan super. Mereka langsung mengambil langkah seribu, lari sekencang-kencangnya menembus kegelapan kebun sawit, dan sukses menghilang bagai ditelan bumi.
Dari tangan KP yang pasrah, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang jauh dari kata mewah:
0,58 Gram Sabu: Satu paket sabu ukuran sangat ekonomis.Timbangan Digital: Alat bukti kalau mereka jualan pakai prinsip “pembeli adalah raja” (harus pas timbangannya).HP Android Oppo: Alat komunikasi utama untuk koordinasi yang kini sudah disita polisi.
Setelah dibawa ke kantor polisi, KP langsung disuruh buang air kecil untuk tes urine. Hasilnya? Positif mengandung metamfetamin. Efek sabu tampaknya membuat KP mendadak jadi sangat jujur.
Kepada polisi, ia bernyanyi bahwa barang tersebut didapat dari seorang bandar berinisial L (yang sekarang resmi jadi buronan). Rencananya, sabu imut itu mau dioper ke si E dan P yang tadi pamer bakat lari maraton.
Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa Polres Bengkalis tidak akan kasih kendor kepada para pelaku narkoba melalui program P4GN. Saat ini KP harus rela mendekam di hotel prodeo Polsek Pinggir, sementara polisi masih sibuk mencari keberadaan L, E, dan P yang mungkin saat ini masih sembunyi di dalam hutan.
Polisi juga mengingatkan warga agar tidak ragu melapor kalau melihat ada yang mencurigakan lewat Call Center 110. Biar polisi bisa kembali berburu “atlet lari” narkoba lainnya! (FN)






