‎Dari Paris, Marsudi Syuhud Bawa Pesan Perdamaian Islam Indonesia ke Forum Internasional

Rakyatmerdekanews.co.id, Jakarta  – Dr. KH. Marsudi Syuhud, M.M., membawa pesan perdamaian Islam Indonesia dalam forum internasional Imagine Peace yang digelar di Paris, Prancis. Forum tersebut mempertemukan tokoh agama dan berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah negara untuk membahas pentingnya perdamaian di tengah berbagai konflik global.

‎Dalam forum itu, Marsudi menekankan bahwa agama semestinya menjadi kekuatan yang mendorong perdamaian, bukan dijadikan alasan untuk membenarkan kekerasan dan peperangan.

‎“Kita semua dipanggil untuk menjadi penjaga perdamaian. Agama tidak boleh dijadikan pembenaran atas kekerasan. Justru agama hadir untuk merajut kemanusiaan,” tegas Marsudi dalam forum tersebut.

‎Ia juga menyerukan pentingnya membangun keharmonisan, menghentikan konflik, serta memperkuat hubungan antarmanusia, menjaga lingkungan, dan meningkatkan hubungan spiritual dengan Tuhan.

‎Pesan yang dibawa Marsudi dalam forum internasional tersebut menitikberatkan pada tiga hal, yakni menjaga persaudaraan, merawat perdamaian, dan membangun kemaslahatan.

‎Kehadiran Marsudi di Paris juga mencerminkan peran ulama Indonesia dalam menyuarakan nilai-nilai Islam yang moderat dan mengedepankan kemanusiaan di tengah dinamika global.

‎Berakar dari tradisi pesantren dan aktif dalam kehidupan Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU), Marsudi dinilai membawa perspektif Islam Ahlussunnah wal Jamaah dalam membangun dialog dan hubungan antaragama maupun antarperadaban.

‎Pesan perdamaian tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi ulama Indonesia dalam menghadapi polarisasi global sekaligus mendorong dialog untuk mencari penyelesaian damai atas berbagai persoalan kemanusiaan.

‎Momentum tersebut juga menjadi bagian dari perhatian terhadap arah peran NU ke depan, terutama menjelang Muktamar NU ke-35 di Jombang. Peran organisasi keagamaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan umat di dalam negeri, tetapi juga berpotensi mengambil bagian dalam percakapan global mengenai perdamaian, kemanusiaan, dan keadilan. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *