Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – 28 April 2026. Di bawah langit “Bumi Lancang Kuning” yang kaya akan emas hitam, tersimpan sebuah ironi yang menyakitkan.
Kabupaten Bengkalis, salah satu daerah dengan kontribusi minyak bumi terbesar di Indonesia, dari wilayah Duri Daratan dan Bengkalis Kepulauan kini menjadi saksi bisu kehancuran infrastruktur publik yang sudah di titik nadir.
Berdasarkan fakta di lapangan, hampir 85 persen fasilitas jalan di Bengkalis dalam kondisi hancur, berlubang, dan parah. Mulai dari jalan-jalan raya utama hingga ke gang-gang pemukiman, masyarakat dipaksa bertaruh nyawa di atas aspal yang sudah lama hilang berganti lubang maut.
Masyarakat Duri kini gerah dengan sikap para pejabat yang seolah lepas tangan. Ketika warga menuntut perbaikan jalan raya di wilayah mereka, pemerintah daerah seringkali berdalih dengan alasan klasik: “Itu statusnya jalan Provinsi Riau.”
Seorang warga Duri dengan nada getir mengungkapkan:
“Kami ini tinggal di atas minyak, tapi jalanan kami lebih buruk dari desa terpencil. Setiap kali kami protes, jawabannya selalu sama: ‘itu urusan Provinsi’.
Kami tidak butuh kuliah birokrasi, kami butuh aspal! Jangan jadikan kami bola yang ditendang ke sana-sini sementara pejabat menikmati hasil bumi kami.”
Kontras: Prestasi Medsos vs Realitas Lapangan, Kekecewaan warga semakin memuncak melihat perilaku para pemangku kebijakan yang dinilai lebih rajin memperbarui “etalase” prestasi di media sosial daripada turun ke lapangan.
Di saat akun-akun resmi pejabat dipenuhi klaim kesuksesan dan penghargaan, faktanya masyarakat Bengkalis sedang menjerit.
“Pejabat kita sekarang lebih sibuk cari ‘like’ di Instagram daripada cari solusi di lapangan. Mereka pamer penghargaan tiap hari, tapi apa mereka pernah coba lewat jalan gang kami pakai motor? Anggaran katanya naik triliunan, tapi hasilnya nihil.
Drainase dibuat asal-asalan, bukannya banjir hilang, malah makin parah karena tidak jelas tujuannya untuk siapa,” cecar seorang warga lainnya.
Surat Terbuka untuk Presiden Prabowo: Jangan Hanya ke PHR!, Harapan terakhir kini digantungkan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto (Bapak Indonesia Raya). Masyarakat Bengkalis meminta sang Presiden untuk melakukan blusukan nyata ke daerah Duri, penghasil minyak legendaris yang pernah mencatatkan produksi hingga jutaan barel.
Masyarakat memberikan pesan menohok bagi kunjungan kepresidenan:
“Bapak Presiden Prabowo, kalau Bapak ke Duri, jangan cuma mau diajak masuk ke wilayah perumahan PHR. Di sana memang mulus seperti di luar negeri. Tapi tolong, geser sedikit ke wilayah pemukiman rakyat.
Luas wilayah kami sama, tapi nasibnya beda 180 derajat. Datanglah ke tempat kami, dengarkan jeritan kami, karena pejabat di sini sudah menutup telinga demi konten medsos semata.”
Rakyat Bengkalis menagih janji kesejahteraan di bumi yang kaya ini. Mereka tidak butuh kata-kata manis di layar ponsel; mereka butuh pemimpin yang berani memperbaiki tanah yang telah memberi banyak bagi negara.(FN)






