Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Riau melakukan kunjungan kerja strategis ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis pada Sabtu (4/7/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan, meninjau program pembinaan kemandirian warga binaan, sekaligus memberikan penguatan integritas kepada seluruh jajaran petugas pemasyarakatan.
Tiba pukul 08.30 WIB, Kakanwil disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis Priyo Tri Laksono beserta jajaran pejabat struktural. Usai prosesi penyambutan khidmat, Kakanwil langsung bergerak cepat melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan peninjauan ke sejumlah fasilitas vital penunjang pembinaan dan ketahanan pangan di dalam Lapas.
Fokus utama dalam peninjauan ini menyasar pada program pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. Kakanwil berkesempatan melihat langsung area peternakan yang dikelola mandiri oleh warga binaan. Program ini dinilai sukses mengimplementasikan pembinaan berbasis produktivitas yang nyata.
“Program peternakan ini bukan sekadar mengisi waktu, melainkan langkah nyata Lapas Bengkalis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan etos kerja dan keterampilan praktis sebelum mereka bebas nanti,” ujar Kakanwil di sela-sela peninjauan.
Selain peternakan, Kakanwil juga meresmikan Kantin INKOPASINDO Lapas Kelas IIA Bengkalis. Kehadiran unit usaha baru ini diharapkan mampu mendongkrak pelayanan internal secara lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
Rombongan juga menyisir fasilitas publik lainnya seperti Barbershop (pelatihan pangkas rambut) dan Wartelsuspas sebagai pemenuhan hak komunikasi warga binaan. Sektor krusial seperti Dapur Lapas tidak luput dari pemeriksaan guna memastikan seluruh standar kebersihan, higienitas, dan keamanan pangan bagi warga binaan terpenuhi dengan baik.
Peninjauan diakhiri di blok hunian, termasuk blok wanita yang memiliki fasilitas Bakery. Di sana, Kakanwil mengapresiasi proses produksi roti karya warga binaan wanita yang dinilai memiliki kualitas dan nilai ekonomis tinggi. Keberhasilan ini tidak lepas dari manajemen terarah di bawah Seksi Bimbingan Kerja Lapas Bengkalis.
Memasuki pukul 09.30 WIB, agenda bergeser ke Aula Lantai 2 untuk memberikan Pengarahan dan Penguatan kepada seluruh pejabat struktural, fungsional, dan staf pegawai Lapas Bengkalis.
Dalam arahannya, Kakanwil menegaskan dengan keras bahwa integritas dan kepatuhan terhadap Standard Operating Procedure (SOP) adalah harga mati dalam sistem pengamanan pemasyarakatan.
“Integritas adalah pondasi utama kita. Kepatuhan terhadap SOP pengamanan bukan sekadar urusan administrasi, melainkan benteng utama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kita,” tegas Kakanwil.
Ia juga meminta agar seluruh produk kreativitas warga binaan dikelola secara komersial namun tetap transparan dan akuntabel untuk mendukung optimalisasi pembinaan.
Senada dengan Kakanwil, Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal, Nimrot Sihotang, turut membakar semangat para petugas. Ia mengajak seluruh jajaran meningkatkan kedisiplinan dan membangun budaya kerja loyalitas tinggi demi menyukseskan reformasi birokrasi di tubuh pemasyarakatan.
Sebagai penutup kunjungan, Kakanwil menyerahkan Surat Wasilah secara resmi kepada Kalapas Kelas IIA Bengkalis. Penyerahan dokumen ini menjadi simbol kepercayaan, apresiasi, sekaligus motivasi dari Kanwil Kemenkumham Riau agar Lapas Bengkalis konsisten mempertahankan prestasi kerja dan terus melahirkan inovasi pengamanan serta pelayanan yang humanis.(FN)





