Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat lokal melalui pertemuan strategis bertajuk Afternoon Coffee di Duri, Kabupaten Bengkalis, Senin (25/5/2026).
Langkah ini menjadi momentum penting dalam membuka ruang bagi talenta lokal agar mampu berkontribusi langsung pada sektor energi nasional.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh tim Humas PDSI, Aldy Novianto dan Jefri Ade, serta Ketua Umum Tuah Aliansi Anak Melayu, Fredi Noza. Diskusi intensif ini berfokus pada kolaborasi konkret untuk menjembatani kebutuhan industri migas dengan potensi pemuda daerah.
Perwakilan Humas PDSI, Jefri Ade, menjelaskan bahwa industri pengeboran migas menuntut keahlian dan profesionalisme tingkat tinggi. Oleh karena itu, anak usaha Pertamina ini secara aktif mendorong generasi muda untuk meningkatkan kapasitas diri melalui pelatihan yang terstruktur.
“Harapannya, para pemuda tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki daya saing yang kuat sesuai dengan kebutuhan industri migas saat ini,” ujar Jefri.
Ia juga menekankan bahwa program ini merupakan wujud nyata dukungan PDSI terhadap regulasi lokal. Langkah ini sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) Bupati Bengkalis dalam upaya menekan angka pengangguran di wilayah operasional perusahaan.
Kolaborasi ini terbukti bukan sekadar wacana. Salah satu pemuda asal Desa Tambusai Batang Dui, yang merupakan kader Tuah Aliansi Anak Melayu, berhasil lolos dan bergabung dengan PDSI setelah melewati seluruh tahapan seleksi yang kompetitif.
Sebelum mengikuti tes, pemuda tersebut mendapatkan pembekalan melalui program pelatihan intensif yang difasilitasi oleh organisasi Tuah Aliansi Anak Melayu.
“Prosesnya terbuka dan adil. Semua peserta mempunyai kesempatan yang sama, yang menentukan adalah kemampuan dan kesiapan kita,” ungkap pemuda yang berhasil lolos seleksi tersebut.
Ia menambahkan bahwa pelatihan pra-seleksi sangat krusial dalam membantu peserta memahami standar kerja industri serta meningkatkan kepercayaan diri.
Ketua Umum Tuah Aliansi Anak Melayu, Fredi Noza, menegaskan bahwa pendekatan pelatihan yang dirancang terintegrasi dengan kebutuhan nyata industri menjadi kunci utama keberhasilan ini.
Sinergi antara dunia usaha dan masyarakat Melayu di Duri terbukti mampu membuka jalur karier yang jelas di sektor strategis.
“Pelatihan kami rancang berdasarkan kebutuhan nyata di dunia kerja. Proses seleksi dilakukan secara transparan dan objektif, sehingga yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan,” kata Fredi.
Melalui kemitraan ini, PDSI dan Tuah Aliansi Anak Melayu mengajak pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem pengembangan kompetensi pemuda.
Langkah kolektif ini dinilai penting untuk menjawab tantangan dunia kerja yang dinamis, sekaligus memastikan generasi muda daerah menjadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar penonton.
Sebagai mitra strategis utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Wilayah Kerja (WK) Rokan, PDSI konsisten menerapkan pendekatan inklusif dan berkelanjutan.
Perusahaan tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga memastikan setiap tenaga kerja lokal yang direkrut memiliki standar tinggi melalui seleksi ketat demi mendukung keandalan operasional migas nasional.
Melihat dampak positif tersebut, masyarakat Duri turut memberikan dukungan moral. Warga berharap dan mendoakan agar operasional PDSI terus berkembang di wilayah Duri, termasuk mendapatkan tambahan alokasi unit rig dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Dengan peningkatan skala operasional tersebut, PDSI diyakini dapat berkontribusi lebih luas dan berbuat lebih banyak untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bengkalis.(FN)






