Rakytmerdekanews.co.id. Sambas Kalbar – Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur tingkat kemandirian suatu daerah. Semakin tinggi PAD yang mampu dihimpun, semakin besar pula kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik tanpa bergantung sepenuhnya pada transfer dana dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, peningkatan PAD harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah melalui berbagai langkah inovatif dan pemanfaatan potensi daerah secara optimal.
Kabupaten Sambas memiliki sumber daya yang sangat potensial untuk mendukung peningkatan PAD. Sektor pertanian, perkebunan kelapa sawit, perikanan, pertambangan galian C, pasar rakyat, sektor pariwisata, jasa parkir, hingga berbagai layanan publik yang dikelola pemerintah daerah merupakan aset ekonomi yang dapat memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan daerah apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Namun, besarnya potensi tersebut tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa didukung tata kelola yang baik. Pemerintah daerah perlu melakukan berbagai terobosan untuk menggali sumber-sumber pendapatan baru sekaligus mengoptimalkan sumber pendapatan yang sudah ada. Salah satu langkah strategis adalah memperkuat sistem pendataan pajak dan retribusi daerah agar seluruh objek dan subjek pajak dapat teridentifikasi secara akurat. Dengan data yang valid, potensi penerimaan daerah dapat dihitung dan dikelola dengan lebih efektif.
Di era digital saat ini, transformasi sistem pengelolaan pendapatan daerah menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi akan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta meminimalkan potensi kebocoran pendapatan. Selain itu, masyarakat juga memperoleh kemudahan dalam memenuhi kewajibannya melalui sistem pembayaran yang cepat, praktis, dan dapat diakses kapan saja. Kemudahan tersebut pada akhirnya akan meningkatkan tingkat kepatuhan masyarakat dan berdampak positif terhadap penerimaan daerah.
Sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Sambas juga perlu mendapatkan perhatian lebih besar. Penggunaan teknologi pertanian modern, peningkatan kualitas bibit, sistem irigasi yang baik, serta pendampingan kepada petani akan meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi hasil pertanian. Begitu pula sektor perkebunan dan pertambangan harus dikelola secara profesional dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Di sisi lain, sektor pariwisata memiliki peluang besar sebagai sumber PAD yang menjanjikan. Kabupaten Sambas memiliki kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan. Namun, pengembangan sektor ini harus didukung oleh infrastruktur yang memadai, seperti jalan yang baik, akses transportasi yang lancar, fasilitas umum yang nyaman, serta promosi yang lebih agresif. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung, perputaran ekonomi masyarakat akan semakin berkembang dan memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan daerah.
Meski demikian, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi semata. Faktor yang paling menentukan adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, pembangunan daerah harus diarahkan pada penguatan SDM yang unggul, adaptif terhadap perubahan teknologi, serta memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Transformasi pendidikan menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi masa depan. Pendidikan tidak lagi cukup berorientasi pada penguasaan teori dan akademik semata, tetapi harus mampu membekali peserta didik dengan keterampilan praktis yang relevan dengan perkembangan dunia kerja. Literasi digital, kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, coding, hingga pemahaman mengenai kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) perlu diperkenalkan sejak dini. Namun demikian, pemanfaatan AI harus tetap dibarengi dengan kemampuan analisis dan kreativitas agar generasi muda mampu menjadi pencipta inovasi, bukan sekadar pengguna teknologi.
Penguatan pendidikan vokasi dan balai latihan kerja juga menjadi kebutuhan penting. Kurikulum pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri sehingga lulusan memiliki kompetensi yang siap pakai. Dengan demikian, angka pengangguran dapat ditekan, sementara peluang lahirnya wirausahawan muda semakin terbuka.
Dalam bidang ekonomi, digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus terus didorong. Pelatihan pemasaran digital, pengelolaan keuangan berbasis teknologi, serta pemanfaatan platform perdagangan elektronik akan membantu pelaku usaha memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal. Selain itu, hilirisasi industri perlu dikembangkan agar komoditas unggulan daerah tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah.
Pemerataan pembangunan infrastruktur juga menjadi fondasi utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. Jalan, jembatan, pelabuhan, jaringan listrik, dan akses internet harus terus diperluas hingga menjangkau wilayah pedesaan dan kawasan perbatasan. Konektivitas yang baik akan memperlancar distribusi barang dan jasa, memperkuat investasi, serta membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap berbagai peluang ekonomi.
Di tengah tantangan perubahan iklim global, pembangunan daerah juga harus memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Pengembangan energi terbarukan, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, konservasi sumber daya alam, dan pemanfaatan lingkungan secara berkelanjutan harus menjadi bagian dari strategi pembangunan jangka panjang. Pembangunan yang berwawasan lingkungan akan memastikan bahwa kemajuan ekonomi tidak mengorbankan kepentingan generasi mendatang.
Pada akhirnya, pembangunan daerah yang maju dan berkelanjutan harus tetap berpijak pada nilai-nilai budaya, gotong royong, toleransi, serta kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Indonesia. Kemajuan ekonomi dan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan karakter, moral, dan spiritual masyarakat.
Dengan inovasi yang berkelanjutan, pengelolaan potensi daerah yang optimal, pembangunan SDM yang unggul dan berbasis keterampilan, serta landasan iman dan takwa kepada Allah SWT, Kabupaten Sambas memiliki peluang besar untuk meningkatkan kemandirian fiskal dan memperkuat kontribusinya dalam mewujudkan Indonesia yang maju, makmur, adil, dan sejahtera. Peningkatan PAD bukan hanya tentang menambah angka pendapatan daerah, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.
Penulis : Amrul Ambiya., R.S., S.Sos.I.
(Tim)






