60 Persen Napi di Rutan Purworejo Tak Lulus Sekolah, Kini Disiapkan Program “Pinter Setara”

Rakyatmerdekanews.co.id, Purworejo- Kelas II B Purworejo terus memperkuat program pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pendidikan kesetaraan. Program tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI yang menitikberatkan pada pemenuhan hak dasar warga binaan, termasuk hak memperoleh pendidikan layak.

Kepala Rutan Kelas II B Purworejo, David Saptoaji Putra, mengatakan pendidikan menjadi salah satu fokus utama pembinaan di lingkungan rutan. Hal itu disampaikannya kepada awak media di ruang kerjanya, Senin (27/5/2026).

“Program kesetaraan pendidikan ini merupakan bentuk pembinaan guna memberikan akses pendidikan bagi warga binaan. Pendidikan adalah hak setiap warga negara, termasuk warga binaan,” ujar David.

Menurutnya, program tersebut hadir karena masih banyak warga binaan yang belum menamatkan pendidikan formal. Berdasarkan data yang dimiliki pihak rutan, dari total sekitar 190 warga binaan, hampir 60 persen di antaranya tidak lulus SD, SMP, maupun SMA. Bahkan, beberapa warga binaan diketahui masih mengalami buta huruf.

Untuk mendukung proses pembelajaran, pihak rutan juga menerbitkan buku panduan bertajuk Pinter Setara sebagai bahan ajar pendidikan kesetaraan.

“Kami telah menyiapkan upaya pembinaan melalui jalur pendidikan dengan menerbitkan buku ‘Pinter Setara’ sebagai acuan dalam memberikan materi pembelajaran,” jelasnya.

David berharap program tersebut mampu meningkatkan kualitas diri warga binaan, membangun karakter positif, serta mempersiapkan mereka agar siap kembali ke tengah masyarakat sebagai individu yang produktif, berdaya saing, dan bertanggung jawab.

Selain memberikan pendidikan akademik, program tersebut juga diharapkan dapat membentuk pola pikir sistematis dan kemampuan logika para warga binaan.

“Melalui pendidikan ini kami berharap warga binaan mampu menyerap pelajaran dengan baik, memahami pentingnya aturan kehidupan bermasyarakat, serta memiliki bekal yang cukup setelah selesai menjalani masa hukuman,” katanya.

Program pendidikan kesetaraan Paket A direncanakan mulai berjalan sekaligus diluncurkan pada Juni 2026. Dalam pelaksanaannya, Rutan Purworejo bekerja sama dengan PKBM Tunas Mekar Kutoarjo, Pemerintah Kabupaten Purworejo, serta dinas terkait.

“Kami bekerja sama dengan Pemkab Purworejo dan dinas terkait agar seluruh program dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan,” tambah David.

Ia menegaskan, pendidikan merupakan fondasi penting dalam proses pembinaan warga binaan agar tetap memiliki harapan dan masa depan yang lebih baik.

“Ilmu pengetahuan adalah bekal utama untuk kembali ke masyarakat dengan lebih percaya diri dan produktif. Melalui program ini, kami tidak hanya membuka ruang belajar, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan semangat perubahan,” pungkasnya.(Kun)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *