Apresiasi RSU Mutiasari Duri, Fredi Noza Ketua Umum Tuah Aliansi Anak Melayu “Pelayanan dan Keahlian Tim Medis Luar Biasa”

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis Duri — Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Rumah Sakit Umum (RSU) Mutiasari yang berlokasi di Jalan Kebun Karet, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Sejumlah pasien dan keluarga secara khusus menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih yang mendalam kepada tim medis atas pelayanan luar biasa yang mereka terima.

Ungkapan terima kasih tersebut disampaikan baik secara tertulis maupun lisan kepada para dokter dan perawat, khususnya yang bertugas di Ruang 405 Lantai 4 RSU Mutiasari. Secara spesifik, pihak keluarga memberikan apresiasi tinggi kepada dr. M. Yusuf, dr. Ruri Gusandi, Sp.B, serta seluruh tim dokter yang terlibat.

Salah satu pengakuan datang dari Fredi Noza, Ketua Umum Tuah Aliansi Anak Melayu yang akrab disapa Kincai. Mewakili pihak keluarga, ia menceritakan pengalaman emosional saat anak perempuannya yang berusia 14 tahun harus dilarikan ke rumah sakit akibat peradangan usus buntu.

“Kami sangat berterima kasih atas pelayanan dan perawatan yang diberikan kepada anak perempuan kami. Masuk tanggal 9 Juli 2026 subuh, pukul 04.30 WIB. Keramahan dan profesionalisme para dokter serta perawat sangat membantu proses penyembuhan anak kami, hingga tindakan operasi bedah langsung dilakukan pada hari yang sama pukul 18.30 WIB,” ujar Fredi.

Fredi mengakui bahwa awalnya pihak keluarga diselimuti rasa takut yang besar terkait penyakit usus buntu dan prosedur operasinya. Namun, pendekatan humanis dari tim medis berhasil mengubah situasi tersebut.

“Anda membuat perbedaan besar dari apa yang awalnya kami dengar dan takutkan tentang usus buntu. Saya ingat senyum dokter saat masuk ke ruang pra-operasi. Kehadiran dokter membawa kedamaian ke ruangan itu dan perhatian yang diberikan sangat berarti bagi kami,” tambahnya dengan nada haru.

Selain keahlian bedah yang dinilai sangat terampil, sikap ramah dan kesediaan tim medis untuk mendengarkan keluhan pasien menjadi poin utama yang paling berkesan bagi keluarga.

“Terima kasih telah meluangkan waktu untuk mendengarkan, membuat pasien merasa dihargai dan dihormati, serta memperlakukan orang lain seperti ingin diperlakukan. Sikap tersebut membuat kami nyaman dan membantu menumbuhkan rasa percaya diri pasien untuk sembuh,” ungkap Fredi dalam pesan tertulisnya.

Setelah menjalani perawatan intensif pasca-operasi yang berjalan lancar, pasien remaja tersebut akhirnya dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang.

“Alhamdulillah, per tanggal 12 Juli 2026 pukul 14.00 WIB, putri saya sudah dibolehkan pulang ke rumah untuk masa pemulihan dan kontrol pasca-operasi usus buntu. Terima kasih banyak dokter telah merawat dengan sabar, telaten, dan penuh kebaikan. Pelayanan luar biasa ini membuat kami tenang, dan kehadiran serta senyuman dokter adalah obat terbaik bagi keluarga kami,” tutupnya.

Apresiasi dari tokoh masyarakat ini menjadi bukti nyata komitmen RSU Mutiasari Duri dalam menjaga standar profesionalisme medis sekaligus memberikan pelayanan yang hangat dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan pasien.(FN)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *