Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis melakukan langkah masif dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui aksi nyata di sektor agribisnis dan industri kreatif, Lapas Bengkalis resmi mengakselerasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) sebagai pilar pemberdayaan warga binaan.
Pada Rabu (15/04), jajaran Seksi Bimbingan Kerja (Bimker) memimpin langsung rangkaian kegiatan produktif yang melibatkan warga binaan secara intensif. Mulai pukul 08.30 WIB, kawasan Lapas berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi, mulai dari panen raya ikan patin hingga optimalisasi lahan perkebunan dan peternakan.
Program ini tidak hanya fokus pada budidaya, tetapi juga menyasar strategi hilirisasi. Warga binaan tidak sekadar memanen ikan patin dan mengelola kolam lele, tetapi juga didorong untuk menjaga ekosistem produksi yang berkelanjutan. Di sektor industri kreatif, Lapas Bengkalis semakin memperkuat posisi Tenun Lejo dan Gerai Roti Merdu sebagai produk unggulan UMKM yang siap bersaing di pasar lokal maupun nasional.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan bentuk respons cepat terhadap instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Kami bergerak cepat melaksanakan arahan Bapak Menteri melalui program akselerasi Kementerian IMIPAS. Fokus kami adalah pemberdayaan warga binaan agar mereka menjadi individu yang produktif dan mampu berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional,” tegas Priyo.
Ia menambahkan bahwa seluruh kegiatan, mulai dari sektor pertanian hingga industri roti, diawasi ketat oleh petugas Bimker untuk menjamin kualitas standar prosedur yang berlaku.
Selain bertujuan mencetak tenaga kerja terampil, keberhasilan program ini diproyeksikan mampu meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) secara signifikan. Lapas Bengkalis kini tidak lagi sekadar tempat pembinaan narapidana, melainkan telah bertransformasi menjadi sentra produktivitas yang berintegritas.
“Apa yang kita lakukan hari ini adalah bukti nyata bahwa Lapas Bengkalis siap mendukung kedaulatan pangan. Kami ingin warga binaan memiliki modal sosial dan keahlian praktis yang bernilai ekonomi tinggi saat mereka kembali ke masyarakat nanti,” tutup Priyo.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh rangkaian kegiatan di Lapas Bengkalis terpantau berjalan aman, kondusif, dan penuh antusiasme dari warga binaan yang terlibat. Langkah ini diharapkan menjadi pilot project bagi optimalisasi peran Lapas dalam pembangunan ekonomi nasional dari balik jeruji besi.(FN)






