Rakyatmerdekanews.co.id, Purworejo -Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Kabupaten Purworejo kembali menorehkan langkah penting dalam pelestarian sejarah dengan berhasil mendapatkan tiga naskah kuno dari masyarakat. Naskah-naskah tersebut rencananya akan segera dialihmediakan sebagai upaya menjaga dan merawat memori kolektif bangsa.
Kabar ini disampaikan di sela kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Naskah Kuno yang digelar di Desa Kemanukan, Kecamatan Bagelen, pada Selasa (14/04/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinpusip, Stefanus Aan Isa Nugroho, SSTP., M.Si., dan menghadirkan narasumber dari Dinas Arpusda Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Budi Wahyono, S.S.
Ketiga naskah kuno itu dipinjamkan langsung oleh pemiliknya kepada Dinpusip untuk dialihmediakan. Naskah yang menggunakan huruf Jawa dan Arab tersebut diketahui telah berusia cukup tua, sehingga memerlukan penanganan ekstra hati-hati, terutama saat proses pembukaan dan dokumentasi.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinpusip menyampaikan bahwa wilayah Bagelen pada masa lampau merupakan bagian dari kawasan Negaragung. Ia meyakini masih banyak naskah dan peninggalan sejarah di Kabupaten Purworejo yang belum terungkap.

“Oleh karena itu, perlu adanya upaya serius untuk menelusuri, merawat, dan melestarikannya, agar dapat diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari kekayaan budaya,” ujarnya.
Saat ini, Dinpusip telah mengalihmediakan sejumlah naskah kuno, dan sebagian di antaranya telah didaftarkan ke Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Namun, baru dua naskah yang berhasil memperoleh sertifikat sebagai naskah kuno resmi.
Ia menambahkan, pada bulan ini pihaknya menargetkan seluruh naskah kuno yang telah dialihmediakan dapat segera didaftarkan.
“Bulan ini, kami upayakan semua naskah kuno yang sudah dialihmediakan akan kita daftarkan,” tegasnya. (Kun)






