Rakyatmerdekanews.co.id, Jakarta — Kecelakaan lalu lintas kembali merenggut nyawa di ruas padat Ibu Kota. Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah menabrak bagian belakang bus listrik yang tengah berhenti di halte kawasan Lenteng Agung, Kamis (16/4/2026) pagi.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menjelaskan peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di Jalan Raya Lenteng Agung arah selatan, tepat di depan Stasiun Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Pengendara Motor Tewas di Lokasi
Korban diketahui bernama Mohammad Nuur (58), warga Cilodong, Depok. Ia mengendarai sepeda motor Honda Stylo bernomor polisi B-4969-EEX.
Akibat benturan keras, korban mengalami luka fatal dan dinyatakan meninggal dunia.
“Pengendara sepeda motor meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut,” ujar Ojo dalam keterangan resminya kepada Awak media Jumat, (17/4/2026).
Kronologi: Tabrak Bus yang Sedang Berhenti
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat bus listrik BYD bernomor polisi B-7002-SGX yang dioperasikan oleh perusahaan transportasi umum tengah berhenti di halte penumpang Stasiun Lenteng Agung.
Bus tersebut dikemudikan oleh Tedi (29), yang memiliki SIM BII Umum.
Pada saat bersamaan, sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah utara menuju selatan. Diduga karena kurang konsentrasi, korban tidak mampu menghindari bus yang sedang berhenti dan langsung menabrak bagian belakang kendaraan tersebut.
“Diduga pengendara sepeda motor kurang hati-hati dan kurang konsentrasi,” kata Ojo.
Kondisi Kendaraan dan Dampak Benturan
Benturan keras menyebabkan kerusakan signifikan pada sepeda motor korban, terutama di bagian depan yang pecah. Selain itu, bagian belakang kendaraan juga mengalami penyok.
Sementara itu, bus listrik hanya mengalami kerusakan ringan di bagian belakang.
Perbedaan tingkat kerusakan ini menunjukkan kuatnya dampak benturan yang diterima kendaraan roda dua.
Saksi Mata dan Penanganan di TKP
Dua saksi di lokasi kejadian, yakni Achmad Fahri dan Amrin Zuqron, telah dimintai keterangan oleh petugas.

Unit Laka Lantas segera melakukan penanganan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
* Mengamankan lokasi kejadian
* Mengumpulkan keterangan saksi
* Mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan
* Mengamankan kendaraan dan dokumen terkait
Korban kemudian dibawa untuk penanganan lebih lanjut, sementara proses penyelidikan terus berjalan.
Dugaan Penyebab: Kurang Konsentrasi
Dari hasil analisis awal, kepolisian menyebutkan bahwa kecelakaan diduga terjadi akibat faktor kelalaian, baik dari pengemudi bus maupun pengendara motor.
“Diduga kedua pengemudi kurang hati-hati dan konsentrasi,” ujar Ojo.
Namun demikian, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan ada tidaknya unsur pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut.
Jalur Padat dan Risiko Tinggi
Kawasan Lenteng Agung dikenal sebagai salah satu titik dengan lalu lintas padat, terutama di sekitar stasiun dan halte transportasi umum.
Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh pengguna jalan, terutama saat melintas di area pemberhentian kendaraan umum.
Ojo Ruslani kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga konsentrasi saat berkendara, khususnya di jalur padat dan area rawan kecelakaan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, terutama kendaraan besar seperti bus.
“Keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama. Kelalaian sekecil apa pun bisa berakibat fatal,” ujarnya.
Penanganan Kasus Berlanjut
Kasus ini kini ditangani oleh Unit Laka Lantas wilayah Jakarta Selatan. Seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kepolisian memastikan akan mengusut secara menyeluruh guna mendapatkan gambaran utuh mengenai penyebab kecelakaan. (Fahri)






