
Rakyatmerdekanews.co.id, Jakarta — Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Sudin PPKUKM) Jakarta Selatan dinilai aktif melakukan pengelolaaan dan penataan para pedagang di Lokasi Sementara (Loksem) dan Lokasi Binaan (Lokbin) di wilayah Jakarta Selatan.
Selain itu juga aktif melakukan penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima. Loksem berfungsi sebagai wadah agar pedagang dapat berjualan dengan tertib dan tidak mengganggu fasilitas umum.
Sudin PPKUKM Jakarta Selatan secara rutin melakukan validasi data pedagang serta sosialisasi penataan di berbagai titik Loksem (seperti kawasan Barito, Gandaria Tengah, hingga relokasi terdampak penataan kawasan seperti Setu Babakan dan Teras Lenteng Agung).
Para pelaku UMKM binaan diberikan pendampingan, pelatihan usaha, serta program pemberdayaan melalui Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan dan ekosistem Jakpreneur.
Secara berkala, pengelola bersama aparat kecamatan, kelurahan, dan dinas lingkungan hidup mengadakan kegiatan kerja bakti serentak di Loksem dan Lokbin untuk menjaga kenyamanan lingkungan usaha.
Melalui inovasi dan berbagai terobosan yang dilakukan Sudin PPKUKM Jakarta Selatan sehingga mampu mencapai pendapatan yang ditargetkan pemerintah provinsi DKI Jakarta.
Belum lama ini pemerintah kota (Pemkot) Jakarta Selatan melakukan pelatihan dan fasilitasi sertifikasi usaha guna mendukung pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Teras Lenteng Agung (LA), Jagakarsa.
“Dilatih macam-macam, mulai dari penguatan perizinan mereka, terus sertifikasi mereka,” kata Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Selatan Djaharuddin.
Dia mengatakan keberadaan lokbin tersebut tidak hanya sebagai tempat berdagang, tetapi juga sebagai wadah pembelajaran bagi pelaku usaha agar naik kelas.
Oleh karena itu, menurut dia, pedagang perlu diberikan berbagai pelatihan untuk memperkuat kapasitas usaha mereka.
Dengan demikian, para pedagang diharapkan memiliki legalitas usaha yang lengkap serta mampu meningkatkan daya saing dan kualitas produk mereka,” ujar Djaharuddin.
Lebih lanjut, dia menuturkan pembinaan tersebut juga bertujuan agar pelaku UMKM dapat bertahan dan berkembang secara berkelanjutan di lokasi binaan.
Sementara itu, Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan mengatakan kawasan Lokbin Teras LA telah terisi penuh oleh 125 pedagang.
Saat ini, seluruh kios telah terisi dan masih dalam masa awal pengelolaan setelah serah terima dari pihak pengembang kepada pemerintah. (Bambang/Titin)





