Sosok Dayat Jadi Penggerak Giat Bedah Rumah di Bojong Nangka, Kelapa Dua Tangerang

Rakyatmerdekanews.co.id, Tangerang – Semangat gotong royong ditunjukkan warga Bojong Nangka, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, melalui kegiatan bedah rumah milik Darmono, warga yang rumahnya dinilai tidak layak huni. Kegiatan tersebut diprakarsai anggota Propam Polsek Kelapa Dua Polres Tangerang Selatan yang juga Ketua RW 09 Bojong Nangka, Dayat.

Perbaikan rumah dilakukan secara swadaya dengan melibatkan warga sekitar serta dukungan dari berbagai pihak. Inisiatif itu muncul tanpa menunggu bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dayat mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap warga yang membutuhkan bantuan tempat tinggal yang layak.

“Ini murni bentuk kebersamaan warga dan kepedulian sosial. Kami berupaya agar Pak Darmono bisa memiliki rumah yang lebih layak untuk ditempati bersama keluarga,” ujar Dayat di sela kegiatan bedah rumah.

Menurut dia, keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam percepatan proses pembangunan rumah tersebut. Warga bergotong royong membantu tenaga maupun material demi menyelesaikan perbaikan hunian.

Kegiatan itu juga mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang. Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, hadir meninjau langsung proses bedah rumah dan memberikan apresiasi kepada warga serta aparat yang terlibat.

Ia menilai kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah, dan masyarakat menjadi contoh nyata kepedulian sosial yang tumbuh di lingkungan warga.

“Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa kepedulian dan kebersamaan masyarakat masih sangat kuat. Sinergi antara warga, aparat, dan pemerintah menjadi modal penting untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Intan.

Menurutnya, gerakan sosial berbasis gotong royong dapat menjadi solusi cepat dalam membantu warga kurang mampu tanpa harus sepenuhnya bergantung pada bantuan formal pemerintah.

Sementara itu, proses bedah rumah milik Darmono saat ini terus berjalan. Rumah yang sebelumnya dalam kondisi kurang layak secara bertahap diperbaiki agar menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan sehat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi simbol kuat bahwa nilai gotong royong masih hidup di tengah masyarakat dan mampu menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan sekitar. (Dani)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *