Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis Duri – 26 April 2026. Wawancara Eksklusif: “Filosofi Antara Bantal dan Saldo”
Wartawan (W) : (Muka kucel, bawa kopi 5 gelas) “Selamat siang, Bung Kincai.FN. Mohon maaf mengganggu waktu tidurnya. Bisa jelaskan, kenapa Anda bisa sesantai ini padahal cicilan dunia sedang tidak baik-baik saja?”
Kincai.FN (K): (Menguap sambil pakai kacamata hitam di dalam ruangan) “Selamat siang. Santai itu pilihan, Bung. Kalau bisa kaya sambil merem, kenapa harus kaya sambil tipes? Itu prinsip saya.”
W: “Tapi Bung, tetangga bilang Anda pakai ilmu hitam karena jarang terlihat berkeringat kecuali saat makan sambal?”
K: “Wah, itu fitnah. Saya bukan pakai ilmu hitam, tapi ilmu ‘Hitam di Atas Putih’. Aset saya sudah saya tanda tangani buat kerja rodi 24 jam. Jadi, sementara otot saya istirahat, aset saya yang angkat beban finansial. Adil, kan?”
W: “Lalu bagaimana dengan konsep MTDB (Makan, Tidur, Duit Banyak) ini? Apa syarat utamanya? Harus punya kasur yang empuk?”
K: “Kasur empuk itu bonus. Syarat utamanya adalah ‘Otak harus lebih sibuk daripada Kaki’. Kalau kaki capek, hasilnya cuma capek. Tapi kalau sistem yang capek, hasilnya ya masuk ke rekening. Saya tidur itu sebenarnya sedang rapat koordinasi dengan mimpi-mimpi saya agar besok cuannya nambah lagi.”
W: “Ada pesan untuk netizen yang bangun jam 5 pagi, pulang jam 9 malam, tapi saldonya tetap numpang lewat doang?”
K: (Sambil membetulkan posisi selonjoran) “Pesan saya cuma satu: Berhentilah mengejar uang, karena uang punya kaki, dia lari cepat. Jadilah magnet, diam saja tapi yang dikejar nempel sendiri. Dan ingat, tidur itu ibadah, apalagi kalau tidurnya menghasilkan deviden. Itu namanya Ibadah Premium.”
W: (Mulai menangis di pojokan sambil nulis berita) “Terima kasih, Bung… Saya mau pulang, mau jual jam weker saya sekarang juga.”(FN)






