Rakyatmerdekanews.co.id, Purworejo– Tradisi Sedekah Laut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kertojayan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, berlangsung meriah pada Minggu (12/7/2026). Ribuan warga, nelayan, hingga wisatawan memadati kawasan pesisir untuk mengikuti tradisi tahunan yang menjadi simbol rasa syukur atas hasil laut sekaligus doa bersama demi keselamatan para nelayan saat melaut.
Suasana penuh kebersamaan semakin terasa dengan kehadiran Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, S.H., yang turut mengikuti rangkaian kegiatan. Momen tersebut bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-63, sehingga menjadi perayaan sederhana namun bermakna bersama masyarakat pesisir.
Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti mengapresiasi masyarakat dan para nelayan yang terus melestarikan tradisi Sedekah Laut sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat pesisir Purworejo.
Menurutnya, tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dari laut, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendukung sektor pariwisata serta menggerakkan perekonomian masyarakat.
”Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersihan pantai dan kelestarian laut. Dengan lingkungan yang terjaga, potensi pesisir akan terus memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” ujar Bupati.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk terus mendukung pelestarian budaya lokal yang berjalan seiring dengan pengembangan sektor perikanan, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan prosesi larung sesaji ke tengah laut sebagai simbol rasa syukur atas hasil tangkapan yang melimpah serta permohonan keselamatan bagi para nelayan.
Kegiatan semakin semarak dengan pertunjukan seni tradisional kuda lumping dan tari Dolalak yang menjadi hiburan bagi masyarakat dan wisatawan.
Bupati berharap tradisi Sedekah Laut dapat terus diwariskan kepada generasi muda sebagai warisan budaya yang sarat makna. Selain menjaga nilai-nilai kearifan lokal, tradisi tersebut juga diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata unggulan Kabupaten Purworejo yang memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat pesisir.(Kun)






