‎Parkir Pasar Kutoarjo Dinilai Masih Berpotensi Besar, DPRD Dorong Dishub Naikkan Target

Rakyatmerdekanews.co.id, PURWOREJO – Potensi pendapatan parkir di tepi jalan umum (TJU) di kawasan Pasar Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, dinilai masih cukup besar. Kondisi tersebut mendorong Komisi III DPRD Purworejo meminta Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan evaluasi dan mengkaji ulang target pendapatan parkir agar disesuaikan dengan potensi di lapangan.

‎Ketua Komisi III DPRD Purworejo, Tursiyati, mengatakan pendapatan parkir di kawasan Kutoarjo berdasarkan target dan realisasi memang tidak mengalami penurunan yang signifikan. Namun, pihaknya menilai masih terdapat peluang untuk meningkatkan pendapatan dari sektor tersebut.

‎Hal itu disampaikan Tursiyati saat memimpin kegiatan pengawasan dalam daerah di sekitar Pasar Kutoarjo, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut melibatkan anggota Komisi III DPRD Purworejo bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (DinkopUKMP) serta Dishub untuk melihat langsung aktivitas masyarakat dan potensi parkir di kawasan pasar.

‎”Kami mengajak Dishub untuk evaluasi titik parkir ataupun potensi parkir, karena tepi jalan umum (TJU). Kalau melihat targetnya, Kutoarjo itu sebenarnya tidak ada penurunan yang signifikan dilihat dari target dan realisasi,” kata Tursiyati.

‎Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan aktivitas masyarakat di kawasan Pasar Kutoarjo masih cukup tinggi. Karena itu, apabila potensi pendapatan parkir memang besar, Dishub dinilai perlu berkomitmen untuk meningkatkan target.
‎”Kalau potensinya besar, targetnya dinaikkan. Harapan kami tentu realisasinya disesuaikan dengan potensi yang ada,” ujarnya.

‎Tursiyati juga menyoroti alasan kondisi pasar yang disebut sepi akibat kebakaran. Menurutnya, alasan tersebut tidak sepenuhnya dapat dijadikan dasar untuk menjelaskan tidak tercapainya target pendapatan parkir.

‎Sebab, berdasarkan hasil pemantauan langsung, aktivitas Pasar Kutoarjo masih berjalan dan jumlah pengunjung dinilai cukup signifikan.
‎”Kalau alasan pasar sepi karena kebakaran, itu kan hanya alasan. Pasarnya juga tetap operasional, pengunjungnya juga tidak sepi,” tegasnya.

‎Bersama anggota Komisi III, DinkopUKMP, dan Dishub, Tursiyati melihat langsung aktivitas masyarakat di kawasan Pasar Kutoarjo. Dari hasil pemantauan tersebut, pihaknya menilai terdapat potensi parkir yang masih dapat dioptimalkan.
‎”Ini loh kenyataan dari pengunjung pasar. Itu cukup signifikan. Artinya tidak ada alasan kalau TJU sekitar pasar itu sampai menjadikan pasar sepi sebagai alasan tidak tercapai targetnya,” jelasnya.

‎Tursiyati menjelaskan, pembebasan retribusi memang diberlakukan untuk operasional pasar pascakebakaran. Kebijakan tersebut mencakup retribusi pasar, kios, maupun selasar.
‎Namun, pembebasan retribusi tersebut tidak berlaku terhadap parkir di tepi jalan umum.

‎”Kalau retribusi pasar operasional memang setelah pasar kebakaran kita bebaskan, tidak ada retribusi. Pasar dan kios ataupun selasar. Tapi kalau parkir tetap ada,” katanya.

‎Karena itu, Komisi III DPRD Purworejo meminta Dishub meningkatkan pengawasan internal serta pembinaan terhadap juru parkir (jukir) dan koordinator parkir. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendapatkan pemetaan potensi parkir yang lebih akurat.
‎”Kami harapannya Dishub betul-betul melakukan monitoring di internalnya maupun pembinaan kepada para jukir dan para koordinator, supaya potensinya besok dikaji ulang,” tandasnya.

‎Kegiatan pengawasan tersebut dipimpin Tursiyati dan diikuti anggota Komisi III DPRD Purworejo, yakni Subeno, Abtadiussolikin, Nani Astuti, Sumitro, Roy Adinata Sutanto, Endang Tavip Handayani, dan Akhmad Ngafifurrohman.

‎Sementara itu, dua anggota lainnya, Dwi Hartati dan Hendro Susilo, berhalangan hadir karena sakit dan mengikuti kegiatan bimbingan teknis. (Kun)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *