Rakyatmerdekanews.co.id, Duri Mandau – Kecemasan warga Kota Duri terkait aksi kriminalitas jalanan kian memuncak. Sebuah insiden mencekam menimpa seorang ibu dan anaknya di kediaman mereka, Jalan Desa Harapan (belakang Kantor BPJS), Kecamatan Mandau pada Selasa (5/5/2026).
Dua pria tak dikenal nekat menerobos masuk ke pekarangan rumah berpagar dengan modus berpura-pura bertamu.
Aksi berani ini terjadi di siang hari bolong. Menurut keterangan yang dihimpun, kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor berhenti tepat di depan rumah korban. Tanpa izin atau panggilan dari pemilik rumah, mereka langsung membuka pagar dan masuk ke area privasi rumah tersebut.
Suasana berubah mencekam saat kedua pelaku mulai menggedor-gedor pintu rumah dengan keras sambil terus meneriakkan kata “Permisi… permisi!”.
Di dalam rumah, pemilik rumah (seorang istri) bersama anaknya hanya bisa terpaku. Melihat gelagat asing dan cara masuk yang memaksa, ia memilih untuk tidak bersuara demi keselamatan.
Ketakutan korban bukan tanpa alasan; belakangan ini wilayah Duri sedang diramaikan dengan berita viral mengenai komplotan pengendara motor yang kerap melakukan aksi kejahatan.
“Mereka langsung masuk begitu saja tanpa kenal. Gelagatnya seperti ingin mengincar sesuatu (mencuri). Saya sangat takut karena di luar lagi banyak kejadian kriminal motor yang viral,” tutur korban yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Setelah berulang kali mencoba memanggil dan mengamati situasi di dalam rumah, kedua pria tersebut tampaknya menyadari bahwa ada lebih dari satu orang penghuni di dalam bangunan itu. Khawatir aksi mereka berisiko, kedua pelaku akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan lokasi dengan santai, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi warga Kecamatan Mandau, khususnya di area padat penduduk seperti Jalan Desa Harapan.
Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan pagar rumah dalam keadaan terkunci gembok dan tidak mudah membukakan pintu bagi orang asing yang tidak dikenal.
Hingga saat ini, laporan mengenai kehadiran orang mencurigakan ini telah menyebar di grup-grup informasi warga sebagai bentuk kewaspadaan dini agar kejadian serupa tidak berakhir dengan aksi kriminalitas yang lebih berat.(FN)






