211 Wisudawan UMPurworejo Dilepas di Tengah Krisis Global, Pesan Rektor “Jadilah Solusi, Bukan Penonton!”

Rakyatmerdekanews.co.id, Purworejo — Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPurworejo) menggelar Wisuda Sarjana dan Magister Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Singodimejo UMP, Sabtu (9/5/2026). Dalam prosesi penuh haru tersebut, sebanyak 211 wisudawan resmi diluluskan.

Rektor UMPurworejo, Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., menyampaikan bahwa para lulusan hari ini akan menghadapi dunia yang penuh tantangan akibat kondisi global yang tidak menentu.

“Hari ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Gelar akademik yang Saudara sandang bukan hanya simbol keberhasilan, tetapi juga amanah untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujar Teguh di hadapan para wisudawan dan keluarga.

Dari total wisudawan, terdiri atas 188 perempuan dan 93 laki-laki. Selain itu, sebanyak 77 wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude.

Dalam sambutannya, Teguh menyinggung kondisi geopolitik dunia yang saat ini tengah memanas, termasuk konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak terhadap stabilitas ekonomi global.

Menurutnya, konflik tersebut telah memicu krisis energi, lonjakan inflasi, hingga terganggunya rantai pasok dunia. Bahkan, jalur strategis energi seperti Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi minyak dunia turut memengaruhi tekanan ekonomi internasional.

“Artinya, Saudara semua akan memasuki dunia kerja bukan dalam kondisi stabil, melainkan dalam era krisis, disrupsi, dan ketidakpastian,” tegasnya.

Karena itu, Rektor menekankan pentingnya kesiapan lulusan dalam menghadapi perubahan zaman. Ia menyebut ada tiga kesiapan utama yang harus dimiliki lulusan UMPurworejo, yakni kesiapan kompetensi, kesiapan mental, dan kesiapan moral berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.

“Saudara harus adaptif terhadap perubahan. Dunia kerja saat ini menuntut kemampuan lintas disiplin, literasi digital, serta kemampuan berpikir kritis dan problem solving,” katanya.

Pada wisuda kali ini, terdapat sejumlah fakta menarik. Wisudawan termuda diraih oleh Shafira Maharani dari Program Studi Manajemen yang lahir di Purworejo, 14 Januari 2005. Saat ini ia berusia 21 tahun 3 bulan 25 hari.

Sementara wisudawan tertua adalah Rika Sartika dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar kelas RPL, kelahiran Bogor, 9 November 1978, yang kini berusia 47 tahun 6 bulan.

Selain itu, sebanyak 59 wisudawan dari delapan program studi dinyatakan lulus melalui jalur tanpa skripsi atau tanpa ujian skripsi.

UM Purworejo juga kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus inklusif dengan mewisuda dua mahasiswa difabel netra, yakni Udin Prasojo dan Umi Musfiroh, pasangan suami istri dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa.

Keduanya berhasil lulus melalui jalur tanpa skripsi. Bahkan, Udin Prasojo menyelesaikan tugas akhirnya melalui karya aransemen yang telah memperoleh hak cipta dari Kementerian Hukum Republik Indonesia dengan nomor EC002025166605 tertanggal 30 Oktober 2025.

Teguh berpesan agar para lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pemecah masalah dan pemimpin masa depan.

“Jadilah problem solver, bukan problem maker; innovator, bukan hanya follower; dan leader, bukan sekadar pekerja,” pesannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, dosen, dan tenaga kependidikan yang telah mendukung perjalanan akademik mahasiswa hingga berhasil menyelesaikan pendidikan.

“Kami ucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Mulai hari ini, Saudara resmi menjadi bagian dari keluarga besar alumni Universitas Muhammadiyah Purworejo,” tandasnya

Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi yang turut hadir dalam wisuda tersebut mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan mengingatkan pentingnya membangun kualitas sumber daya manusia. (Kun)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *