Rakyatmerdekanews.co.id, Jakarta – Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI) memberikan apresiasi mendalam terhadap kepemimpinan I Wayan Gede Rumega sebagai Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Makassar Klass I A Khusus.
Membawa nilai-nilai luhur budaya dari Pulau Dewata Bali, kepemimpinan beliau dinilai memberikan warna baru yang menyejukkan sekaligus memperkuat integritas penegakan hukum di wilayah hukum Pengadilan Negeri Makassar.
Dalam pandangan Ketua Umum FORSIMEMA-RI, pendekatan kepemimpinan yang diusung oleh I Wayan Gede Rumega tidak hanya berfokus pada efisiensi manajerial dan kepastian hukum, melainkan juga mengakar kuat pada falsafah keharmonisan Tri Hita Karana—tiga penyebab kesejahteraan dan kebahagiaan yang bersumber dari keharmonisan hubungan manusia:
1. Parahyangan (Hubungan Harmonis dengan Tuhan YME): Menjadikan nilai ketuhanan, kejujuran, dan rasa takut akan dosa sebagai benteng moral utama bagi para hakim dan aparatur peradilan dalam memutus perkara secara adil dan bermartabat.
2. Pawongan (Hubungan Harmonis antar-Sesama Manusia): Membangun sinergi yang humanis antara pimpinan, hakim, jajaran pegawai, aparat penegak hukum (APH) lainnya, insan pers, serta masyarakat pencari keadilan. Keadilan tidak hadir secara kaku, melainkan penuh empati dan keterbukaan.
3. Palemahan (Hubungan Harmonis dengan Lingkungan): Menciptakan lingkungan kerja kantor pengadilan yang bersih, asri, kondusif, dan ramah pelayanan public (green court room), sehingga masyarakat pencari keadilan merasa nyaman dan diayomi.
“Falsafah Tri Hita Karana yang dibawa oleh Bapak I Wayan Gede Rumega dari Bali ke bumi Makassar adalah wujud nyata perpaduan antara kearifan lokal dan profesionalisme peradilan modern. Ini merupakan role model kepemimpinan peradilan yang tidak hanya mengandalkan ketegasan aturan, tetapi juga kedalaman spiritual dan pendekatan kearifan humanis,” tegas Ketua Umum FORSIMEMA-RI .
FORSIMEMA-RI menegaskan kesiapannya untuk terus menjadi mitra strategis media dalam mengawal, mempublikasikan, dan mendukung setiap langkah progresif serta inovasi pelayanan hukum yang berintegritas di PN Makassar. Synergy antara peradilan dan insan pers diharapkan terus terjalin erat demi terwujudnya transparansi publik dan pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.
Melalui kepemimpinan berlandaskan Tri Hita Karana ini, PN Makassar diharapkan semakin kokoh sebagai pilar penegakan hukum yang berkeadilan, transparan, dan berwibawa di Indonesia bagian timur. (Red)
Dari Pulau Dewata Bali, I Wayan Gede Rumega Pimpin PN Makassar dengan Konsep Tri Hita Karana






