Rakyatmerdekanews, PURWOREJO – Persoalan regenerasi petani menjadi perhatian dalam peringatan Hari Tani Nasional 2026 di Kabupaten Purworejo. Yayasan Khasanah Nusantara menggelar Panen Raya Pepaya bertajuk “Trah Tani” di Desa Sambeng, Kecamatan Bayan, Senin (28/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Tani Nasional yang sebelumnya diawali dengan doa bersama pada 25 September 2026 dan dilanjutkan diskusi bersama petani pada 26 September 2026.
Panen raya dihadiri Kapolres Purworejo AKBP Erma Rahayu Kusuma Ningrum, S.H., S.I.K., M.A., bersama Wakapolres dan jajaran pejabat utama Polres Purworejo.
Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bayan, yakni Camat Bayan, Kapolsek Bayan, Danramil Bayan, serta Kepala Desa Sambeng.
Ketua Yayasan Khasanah Nusantara sekaligus Ketua DPD KNPI Purworejo, M. Musyafa, S.H., mengatakan tema “Trah Tani” sengaja dipilih untuk mendorong regenerasi petani, khususnya di kalangan generasi muda.
“Panen raya pepaya ini merupakan rangkaian Hari Tani Nasional. Kami sengaja mengusung tema Trah Tani dengan maksud memotivasi generasi penerus di bidang pertanian, khususnya kalangan pemuda yang hari ini minatnya terus berkurang,” ujar Musyafa.
Menurutnya, keberlanjutan sektor pertanian membutuhkan keterlibatan generasi muda. Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kembali ketertarikan pemuda terhadap dunia pertanian.
Musyafa juga mengapresiasi dukungan jajaran Polres Purworejo dan Forkopimcam Bayan terhadap kegiatan tersebut.
“Kami mengapresiasi jajaran Kapolres Purworejo yang berkenan hadir di acara panen raya. Terima kasih kepada jajaran Polres Purworejo yang pertama kali berkunjung di panen raya.
Terima kasih juga kepada Forkopimcam Bayan, Camat, Kapolsek, Koramil Bayan, dan Kepala Desa Sambeng yang telah mendukung penuh kegiatan ini,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolres Purworejo AKBP Erma Rahayu Kusuma Ningrum memberikan apresiasi terhadap kegiatan panen raya yang dinilainya dapat menjadi contoh pemanfaatan lahan secara produktif.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan panen raya ini. Ini bisa menjadi contoh bagi petani lain untuk memanfaatkan lahan kosong agar lebih produktif,” ungkap AKBP Erma.
Selain mendorong pemanfaatan lahan kosong, Kapolres juga mengajak para petani untuk turut berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai maraknya kasus penipuan online.
“Kami ikut bersama-sama mengedukasi masyarakat terkait dengan banyaknya kasus penipuan online. Dan kami ucapkan selamat Hari Tani,” pungkasnya.
Usai panen raya, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah, doa bersama, serta pemotongan tumpeng dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional. Acara yang berlangsung di Pendopo Khasnu tersebut diikuti petani, pemuda, jajaran kepolisian, dan unsur Forkopimcam Bayan.
Suasana kegiatan berlangsung guyub dan penuh keakraban. Peringatan Hari Tani Nasional tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara petani, generasi muda, pemerintah, dan kepolisian dalam mendorong sektor pertanian agar tetap produktif dan memiliki keberlanjutan antargenerasi.
(Kun)






