Pemkab Bangli Latih 40 Pengelola Perpustakaan SD, Dorong Peningkatan Literasi Siswa

Bangli-RMNews: Pemerintah Kabupaten Bangli meningkatkan kompetensi pengelola perpustakaan sekolah dasar (SD) melalui pelatihan pengelolaan perpustakaan yang dirangkaikan dengan Forum Konsultasi Publik (FKP) peninjauan standar pelayanan perpustakaan, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Bangli itu berlangsung di Ruang Rapat Krisna Setda Bangli dan dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Setda Bangli, I Made Ari Pulasari, mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli.

Ari Pulasari mengatakan, perpustakaan saat ini memiliki peran lebih luas daripada sekadar tempat penyimpanan dan peminjaman buku. Perpustakaan juga menjadi pusat pembelajaran yang mendukung peningkatan literasi dan pengembangan pengetahuan masyarakat, khususnya siswa.

Karena itu, menurutnya, peningkatan kualitas perpustakaan perlu didukung pengelola yang kompeten serta standar pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Kepala Bagian Organisasi Setda Bangli, Ni Wayan Puni Antari, menjelaskan bahwa Forum Konsultasi Publik membahas peninjauan lima standar pelayanan perpustakaan, yakni layanan sirkulasi, layanan umum, layanan anak, layanan referensi, dan layanan mobil keliling.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya mengevaluasi standar pelayanan agar pelaksanaan layanan perpustakaan semakin efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, pelatihan diikuti 40 pengelola perpustakaan sekolah dasar. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan perpustakaan, administrasi, pengolahan bahan pustaka, pengembangan literasi, hingga persiapan akreditasi perpustakaan sekolah.
Penguatan kapasitas pengelola dinilai penting untuk memastikan perpustakaan sekolah tidak hanya memiliki koleksi buku, tetapi juga mampu memberikan layanan yang tertata, menarik, dan mendukung kegiatan belajar mengajar.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Bangli berharap profesionalisme pengelola perpustakaan meningkat, kualitas pelayanan publik semakin baik, serta budaya membaca di kalangan siswa dapat tumbuh secara berkelanjutan.(chan/skr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *