Rakyatmerdekanews.co.id, JAKARTA – Sabtu, 12 September 2026. Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI), Syamsul Bahri, secara konsisten mendorong agar sinergi antara lembaga peradilan dan insan pers diperkuat melalui ruang dialog yang cair, konstruktif, dan berkelanjutan.
Dorongan tersebut disampaikan dalam rangka mengakselerasi keterbukaan informasi hukum kepada publik dan memperkuat marwah peradilan dari pusat hingga daerah.
1. Akselerasi Ruang Dialog Terbuka
Agenda Coffee Morning serta diskusi hukum berkala di Media Centre Mahkamah Agung maupun di satuan kerja peradilan tingkat pertama, yakni Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi/Banding, dipandang krusial.
Forum ini dirancang bukan sekadar ajang ramah tamah, melainkan sarana edukasi publik dan pertukaran informasi yang transparan guna meminimalisir distorsi pemberitaan hukum.
Menurut FORSIMEMA-RI, dialog rutin akan membangun pemahaman bersama antara jurnalis dan aparatur peradilan sehingga pemberitaan dapat lebih akurat, kontekstual, dan tidak menimbulkan multi tafsir di masyarakat.
2. Menindaklanjuti Arahan Pimpinan ke Biro Hukum dan Humas
FORSIMEMA-RI terus mempertanyakan dan memotivasi tindak lanjut atas berbagai poin komunikasi strategis dan arahan pimpinan Mahkamah Agung, termasuk bidang yudisial dan kehumasan.
Hal ini agar instruksi pelibatan media secara aktif dapat segera diwujudkan secara konkret dalam bentuk agenda setting yang terjadwal secara nasional.
”Kami ingin arahan pimpinan tidak berhenti di atas kertas. Harus ada jadwal, penanggung jawab, dan evaluasi agar agenda Coffee Morning menjadi budaya kerja di seluruh satuan kerja,” tegas Syamsul Bahri.
3. Memperkuat Marwah Peradilan dari Tingkat Pertama
Penguatan kehumasan melalui pendekatan Coffee Morning di pengadilan tingkat pertama dinilai sangat mendesak. Hal ini bertujuan agar juru bicara atau jubir pengadilan di daerah memiliki ruang komunikasi yang efektif dengan wartawan lokal.
Dengan komunikasi yang intens, penegakan hukum dan keadilan yang berintegritas dapat tersampaikan secara objektif kepada masyarakat luas tanpa terdistorsi.
”Melalui tradisi Coffee Morning dan diskusi hukum yang rutin dari tingkat pusat hingga daerah, kita berharap ekosistem informasi peradilan semakin transparan, akuntabel, serta memperkuat wibawa hakim dan marwah badan peradilan Indonesia,” ujar Syamsul Bahri, Ketum FORSIMEMA-RI.
FORSIMEMA-RI berharap Mahkamah Agung dan seluruh pengadilan di Indonesia dapat menjadikan Coffee Morning sebagai program rutin bulanan, sehingga kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan semakin meningkat. (Red)
FORSIMEMA-RI Dorong Konsistensi Agenda Coffee Morning dan Diskusi Hukum di Media Centre MA hingga Peradilan Tingkat Pertama





