Menjaga Marwah Ekonomi Tempatan: Sinergi Disnakertrans Bengkalis dan Tuah Aliansi Anak Melayu dalam Proteksi Tenaga Kerja Lokal

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis Duri – Upaya penegakan Peraturan Daerah (Perda) terkait penyerapan tenaga kerja lokal di Kabupaten Bengkalis memasuki babak baru. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Tuah Aliansi Anak Melayu menggelar pertemuan strategis dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Kabupaten Bengkalis, Sevnur, S.ST., M.T., guna menyisir kepatuhan administrasi perusahaan swasta dan raksasa industri di wilayah Duri, Kamis (16/07/2026).

Langkah taktis ini diambil untuk menyukseskan program prioritas Bupati Bengkalis, Kasmarni, dalam menekan angka pengangguran serta mempercepat pemberdayaan masyarakat tempatan melalui pelatihan kerja yang terintegrasi.

Fokus utama pertemuan ini adalah optimalisasi Perda Kabupaten Bengkalis Nomor 3 Tahun 2022 tentang Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan Tenaga Kerja Lokal. Regulasi ini secara tegas mewajibkan korporasi yang mengeruk keuntungan di bumi Bengkalis untuk memprioritaskan putra-putri daerah.

Ketua Umum Tuah Aliansi Anak Melayu, Fredi Noza (Kincai), didampingi Ketua DPP-DPH, Danuartha, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat adanya celah pelanggaran di lapangan. Mereka kini mematangkan sistem Pengawasan Data Terpadu untuk memvalidasi status pekerja.

“Perusahaan wajib tertib administrasi. Kami mendesak seluruh korporasi melampirkan KK dan KTP para pekerjanya untuk proses seleksi dan validasi ketenagakerjaan daerah. Jika ditemukan manipulasi atau ketidakpatuhan, kami akan langsung melaporkan perusahaan tersebut secara resmi kepada Kadisnakertrans,” ujar Fredi Noza.

Fredi juga menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Disnakertrans Bengkalis. “Kami berterima kasih kepada Abangda Sevnur yang di tengah agenda padatnya bersedia mendengar aspirasi ini. Sebagai anak jati Melayu, kami berkomitmen menjaga adat, adab, serta menjunjung tinggi kepemimpinan Bunda Agung Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni,” tambahnya.

Selain fokus pada isu ketenagakerjaan, Tuah Aliansi Anak Melayu membuktikan peran aktifnya melalui aksi sosial kemanusiaan bertajuk “Jumat Berkah”. Aksi ini merupakan bentuk kolaborasi nyata dalam menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) guna mendukung program “Bunda Agung Berbagi Berkah di Hari Jumat” yang diinisiasi oleh Bupati Bengkalis.

Dalam pergerakannya, ormas Tuah Aliansi Anak Melayu ini berhasil menggandeng sejumlah korporasi besar perusahaan sebagai mitra strategis, Kemitraan ini dinilai memberikan dampak ganda (multiplier effect) yang positif, baik bagi kelancaran operasional perusahaan yang aman dan kondusif, maupun bagi kemajuan ekonomi masyarakat Kabupaten Bengkalis.

Merespons gerakan tersebut, Kadisnakertrans Bengkalis, Sevnur, S.ST., M.T., memberikan lampu hijau dan mengapresiasi fungsi kontrol sosial yang dijalankan oleh Tuah Aliansi Anak Melayu. Kendati demikian, ia mengingatkan agar seluruh aksi pengawasan di lapangan tetap berjalan di koridor hukum yang sah.

“Kolaborasi bersama Tuah Aliansi Anak Melayu ini adalah langkah krusial untuk menciptakan ekosistem kerja yang sehat. Korporasi harus membuka kesempatan kerja seluas-luasnya bagi anak daerah,” tegas Sevnur.

Sevnur menilai pergerakan ormas Tuah Aliansi Anak Melayu ini menjadi motor penggerak yang positif bagi daerah. “Sinergi ini menjadi kunci dalam menghadirkan berbagai program yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan pekerja di Kabupaten Bengkalis, khususnya di wilayah industri seperti Duri,” pungkasnya.(FN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *