Bangli-RMNews: Perjuangan seorang bayi yang lahir dengan berat hanya sekitar 700 gram di RSUD Bangli mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten Bangli. Setelah menjalani perawatan intensif selama kurang lebih tiga setengah bulan di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU), keluarga pasien menerima bantuan yang diserahkan langsung oleh Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi cobaan.
Kehadiran Bupati Bangli di RSUD Bangli disambut apresiasi manajemen rumah sakit. Direktur RSUD Bangli, dr. I Dewa Gede Oka Darsana, Sp.An., FIPM, menilai perhatian yang diberikan pemerintah daerah bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga dukungan moral bagi keluarga yang selama berbulan-bulan mendampingi sang buah hati menjalani perawatan intensif.
“Atas nama manajemen dan seluruh keluarga besar RSUD Bangli, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati Bangli yang telah hadir dan menyerahkan bantuan kepada keluarga pasien. Kepedulian ini memiliki arti yang sangat besar karena memberikan semangat kepada keluarga yang sedang berjuang mendampingi bayinya,” ujar Oka Darsana.
Menurutnya, merawat bayi dengan berat lahir sangat rendah merupakan salah satu tantangan terbesar dalam pelayanan neonatal. Bayi dengan kondisi tersebut membutuhkan pemantauan intensif selama 24 jam, mulai dari dukungan pernapasan, pengaturan suhu tubuh, pemberian nutrisi secara bertahap, pencegahan infeksi, hingga pemantauan tumbuh kembang secara berkelanjutan.
Selama lebih dari tiga bulan menjalani perawatan di NICU, keberhasilan penanganan pasien tidak hanya ditentukan oleh tindakan medis, tetapi juga kolaborasi berbagai tenaga kesehatan, mulai dari dokter spesialis anak, dokter anestesi, perawat NICU, tenaga kesehatan lainnya, hingga dukungan penuh dari keluarga pasien.
RSUD Bangli juga memberikan apresiasi kepada kedua orang tua bayi yang dinilai menunjukkan ketabahan dan semangat luar biasa selama mendampingi proses perawatan yang panjang dan penuh tantangan.
Di sisi lain, penghargaan disampaikan kepada seluruh tim NICU RSUD Bangli yang dinilai telah memberikan pelayanan secara profesional dengan dedikasi tinggi.
“Merawat bayi dengan berat lahir sekitar 700 gram membutuhkan kompetensi tinggi, kerja sama tim yang solid, serta komitmen pelayanan yang tidak mengenal lelah. Kami bangga kepada seluruh tim NICU yang terus memberikan pelayanan terbaik dengan penuh kehati-hatian dan kasih sayang,” kata Oka Darsana.
Momentum tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berbicara mengenai tindakan medis, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan kepedulian terhadap pasien beserta keluarganya.
RSUD Bangli menegaskan akan terus meningkatkan mutu pelayanan neonatal melalui penguatan fasilitas NICU, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta pengembangan sistem pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien.
Pihak rumah sakit berharap kondisi bayi terus menunjukkan perkembangan positif hingga diperbolehkan pulang ke rumah. Setelah itu, keluarga diimbau tetap melakukan kontrol rutin, memenuhi kebutuhan nutrisi, mengikuti jadwal imunisasi, serta memantau tumbuh kembang anak sesuai arahan tenaga kesehatan.
Bagi RSUD Bangli, perjuangan bayi dengan berat lahir hanya sekitar 700 gram tersebut menjadi simbol bahwa harapan dapat terus tumbuh melalui sinergi antara tenaga medis, keluarga, dan pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berorientasi pada kemanusiaan. (Chan/Skr)




