XTC Marpoyan Ukir Prestasi di Pacu Sampan HUT Pekanbaru ke-242, Srigala Muda Raih Juara

Rakyatmerdekanews.co.id, Pekanbaru – Tradisi pacu sampan dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242 kembali berlangsung meriah di kawasan Jalan Pemudi, lokasi Pemancingan Ammar, Kecamatan Payung Sekaki. Di tengah ketatnya persaingan antar peserta, tim Srigala Muda XTC PAC Marpoyan Pekanbaru berhasil menorehkan prestasi dengan meraih gelar juara pada ajang tersebut.

Lomba yang digelar di aliran Sungai Siak itu tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi simbol pelestarian budaya lokal yang terus dijaga di tengah perkembangan Kota Pekanbaru. Riuh sorak penonton mewarnai jalannya perlombaan saat puluhan tim saling beradu kecepatan dan kekompakan menaklukkan lintasan sepanjang sekitar 200 meter.

Keberhasilan tim Srigala Muda menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya, tim tersebut dibentuk oleh anggota XTC PAC Marpoyan Pekanbaru sebagai wadah pengembangan bidang pemuda, olahraga, seni budaya, dan pariwisata di lingkungan organisasi XTC Indonesia Provinsi Riau.

Penasehat PAC XTC Marpoyan Pekanbaru, Rama Ansi, mengatakan keikutsertaan tim dalam ajang pacu sampan merupakan bentuk komitmen organisasi untuk mendorong generasi muda berprestasi melalui kegiatan positif dan pelestarian budaya daerah.

“Kegiatan ini bertujuan membentuk semangat juang dan sportivitas anggota agar mampu bersaing dalam berbagai ajang perlombaan serta menciptakan prestasi yang membawa nama baik organisasi. Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak muda bisa berkontribusi melalui olahraga dan budaya,” ujarnya.

Menurut Rama, prestasi yang diraih tim Srigala Muda diharapkan menjadi langkah awal untuk mengangkat potensi atlet pacu sampan dari kalangan generasi muda menuju kompetisi yang lebih tinggi.

“Kami berharap tim ini mendapatkan dukungan dari organisasi maupun masyarakat. Pacu sampan merupakan bagian dari adat dan budaya yang harus terus dijaga. Kami ingin membawa semangat ini hingga ke tingkat yang lebih luas, bahkan internasional. Jika dulu ada stigma negatif terhadap organisasi, kini kami ingin membuktikan perubahan melalui prestasi,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Camat Payung Sekaki, Abdullah, S.STP., menegaskan bahwa pacu sampan bukan sekadar perlombaan olahraga, tetapi juga warisan budaya yang memiliki nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat.

Tahun ini, kompetisi diikuti oleh 41 tim yang terdiri dari 32 tim putra dan 9 tim putri. Masing-masing tim beranggotakan tiga orang yang dituntut memiliki kekompakan dan kekuatan untuk mencapai garis finis tercepat.

“Persaingan berlangsung sengit sejak babak awal. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik demi meraih gelar juara dan hadiah yang telah disiapkan panitia,” ujar Abdullah.

Ia menambahkan, Pemerintah Kecamatan Payung Sekaki memiliki visi menjadikan pacu sampan sebagai agenda wisata tahunan yang masuk dalam kalender pariwisata daerah.

“Kami ingin kegiatan ini berkembang menjadi event pariwisata dari tingkat kecamatan hingga nasional. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan UMKM,” katanya.

Untuk menjamin keamanan peserta, panitia bekerja sama dengan berbagai instansi, antara lain Basarnas, Polairud Polda Riau, BPBD, KSOP, dan Dinas Pemadam Kebakaran. Seluruh peserta juga diwajibkan menggunakan jaket pelampung serta mendapatkan perlindungan asuransi jiwa selama perlombaan berlangsung.

Selain itu, guna menjamin objektivitas pertandingan, panitia melibatkan wasit bersertifikat dari Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) yang bertugas melakukan penilaian sesuai standar nasional.

Ajang pacu sampan HUT Pekanbaru ke-242 pun tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga menjadi bukti bahwa olahraga tradisional mampu menjadi ruang pembinaan generasi muda sekaligus sarana pelestarian budaya Melayu yang terus hidup di Provinsi Riau. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *