Rakyatmerdekanews.co.id. Jakarta, 6 Juni 2026 – KH Marsudi Suhud menggelar pengajian akbar di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah, Jumat (6/6/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri ulama sufi asal Kairo, Mesir, Syekh Husein Al Bayyumi sebagai tamu kehormatan.
Pengajian berlangsung khidmat dengan dihadiri para santri, wali santri, serta masyarakat sekitar pesantren. Dalam tausiyahnya, KH Marsudi Suhud menekankan pentingnya memadukan ilmu agama dengan penguatan ekonomi umat.
Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi tempat memperdalam ilmu keislaman, tetapi juga harus mampu membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
“Ilmu agama harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi umat agar masyarakat memiliki kemandirian dan daya saing,” ujar KH Marsudi Suhud di hadapan jamaah.
Sementara itu, Syekh Husein Al Bayyumi dalam sambutannya memuji tradisi majelis ilmu yang berkembang di Indonesia. Ulama asal Kairo tersebut menilai Indonesia sebagai negara yang kaya akan kegiatan keagamaan dan syiar Islam.
“Indonesia adalah negeri yang diberkahi. Saya melihat banyak dipenuhi majelis ilmu, majelis zikir, dan majelis sholawat. Ini warisan yang harus dijaga,” kata Syekh Al Bayyumi.
Ia juga mengaku bersyukur dapat hadir langsung di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah dan mendoakan kemajuan lembaga tersebut.
“Saya sangat berbahagia dan bersyukur bisa hadir di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah. Saya mendoakan Pesantren Darul Uchwah semakin maju, menjadi tempat menuntut ilmu, tempat menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an, ilmu, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Syekh Al Bayyumi juga mengundang KH Marsudi Suhud untuk berkunjung ke majelisnya di Mesir sebagai bagian dari penguatan silaturahmi keilmuan antara Indonesia dan Timur Tengah.
Pengajian ditutup dengan pembacaan sholawat bersama dan doa untuk kemajuan pesantren serta keberkahan para santri. Kehadiran ulama asal Mesir tersebut disebut turut menambah semangat para santri dalam menuntut ilmu dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di bidang ekonomi. (Tien/Red)





