Horor 48 Jam di Mandau-Bathin Solapan: Sindikat ‘Ninja Motor’ Gasak Ratusan Juta, Warga Duri: Penjahatnya Pakai Sunblock Anti-Polisi!

Rakyatmerdekanews.com, Duri Bengkalis – Rasa aman di Kota Duri, khususnya di Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan, kini resmi menjadi barang mewah yang hilang.

Dalam 48 jam terakhir, rentetan aksi kriminalitas jalanan terjadi secara beruntun, vulgar, dan terorganisir. Para pelaku seolah kehilangan rasa takut, bertindak brutal di bawah terik matahari, sementara kehadiran polisi kian tak dirasakan oleh warga yang terancam.

Berikut adalah kronologi “Horor Siang Bolong” yang berhasil dihimpun:

1. Pukul 09.00 WIB: Lansia 66 Tahun Jadi Sasaran (Selasa, 5/5/2026)Teror bermula di Jalan Bakti Nusantara, Kelurahan Babussalam. Memanfaatkan kelengahan seorang nenek yang tinggal sebatang kara, pelaku membobol pintu dan mengacak-acak isi rumah saat korban pergi sebentar ke warung. Kepulangan korban disambut pemandangan memilukan yang menyisakan trauma mendalam.

2. Pukul 10.52 WIB: Teror di Pekarangan Rumah (Selasa, 5/5/2026)Hanya berselang dua jam, ketakutan bergeser ke Jalan Desa Harapan (belakang Kantor BPJS). Dua pria misterius nekat menerobos pagar rumah warga dengan modus berpura-pura bertamu. Di dalam rumah, seorang ibu dan anaknya hanya bisa diam membisu demi menyelamatkan nyawa saat melihat kedua pelaku mengintai area privasi mereka.

3. Pukul 12.30 WIB: Rampok Ratusan Juta di “Tempat Cece” (Selasa, 5/5/2026)Aksi paling berani terjadi di Jalan Sultan Syarif Kasim, Desa Tambusai Batang Dui. Dengan modus “belanja maut”, satu pelaku mengalihkan perhatian anak pemilik rumah, sementara rekannya menyelinap ke dalam. Emas dan uang tunai senilai ratusan juta rupiah raib seketika dari rumah sekaligus warung tersebut.

4. Pukul 11.00 – 13.00 WIB: Aksi “Sulap” Brankas Ber-Senpi (Rabu, 6/5/2026)Keesokan harinya, warga Desa Bathin Sobanga (Duri 13) digegerkan oleh aksi perampokan di warung BRI Link Jalan Lintas Duri-Dumai. Pelaku yang menggunakan helm tertutup melakukan transaksi palsu sebelum akhirnya menodongkan Senjata Api (Senpi) ke arah pemilik warung. Korban terpaksa melarikan diri demi nyawa, membiarkan hartanya dijarah.

“Nekat banget, siang-siang sudah main rampok. Seolah-olah mereka memakai sunblock anti-polisi,” cetus seorang warga dengan nada penuh sarkasme.

Keberanian para “Ninja Motor” beraksi di titik keramaian dan jalur lintas utama menunjukkan adanya lubang besar dalam sistem keamanan wilayah. Patroli yang seharusnya menjadi pencegahan dianggap warga hanyalah formalitas, karena faktanya, para pelaku tetap bebas berkeliaran mencari mangsa tanpa hambatan.

Publik kini mulai jenuh dengan alasan-alasan normatif. Ketidakmampuan aparat dalam meringkus pelaku secara cepat menjadi preseden buruk bagi kredibilitas kepolisian di mata masyarakat Duri. Warga tidak butuh laporan administratif; warga butuh melihat para pelaku berbaju oranye di balik jeruji besi.

Apakah warga harus menunggu jatuhnya korban jiwa sebelum ada tindakan nyata yang luar biasa dari pihak berwajib?

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dilaporkan masih melakukan penyelidikan, sementara warga Duri dipaksa hidup dalam “jam malam” di siang hari, mengunci pintu rapat-rapat karena hukum seolah sedang tertidur lelap.(FN)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *