Rakyatmerdekanews.co.id, Purworejo, -Memasuki usia ke-9, Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) tidak sekadar merayakan hari jadi, tetapi juga menegaskan langkah besar menuju masa depan pariwisata yang lebih berkelanjutan dan berdampak nyata. Di tengah lanskap alami Perbukitan Menoreh yang asri, perayaan ini menjadi simbol kuat kedekatan BPOB dengan alam dan masyarakat.
Selama hampir satu dekade, BPOB telah berkembang menjadi penggerak utama dalam pengelolaan kawasan pariwisata super prioritas Borobudur. Tak hanya fokus pada peningkatan kunjungan wisatawan, BPOB menempatkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat lokal sebagai prioritas utama.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto, menegaskan bahwa keberhasilan destinasi wisata tidak semata diukur dari angka kunjungan. Menurutnya, dampak positif bagi masyarakat sekitar dan kelestarian alam menjadi indikator utama keberlanjutan sebuah destinasi.
“Kolaborasi adalah kunci. Kita harus memastikan bahwa setiap langkah pembangunan memberikan manfaat luas dan menjaga harmoni dengan lingkungan,” ujarnya dalam pidato perayaan.
Sejak awal berdiri, BPOB konsisten mengusung konsep sustainable tourism. Namun di usia ke-9 ini, arah tersebut semakin diperkuat dengan pendekatan regenerative tourism—sebuah konsep yang tidak hanya menjaga, tetapi juga memulihkan ekosistem dan memperkuat budaya lokal melalui aktivitas pariwisata.
Keterlibatan masyarakat menjadi fondasi utama strategi ini. BPOB активно menggandeng desa wisata, pelaku UMKM, hingga komunitas seni untuk tumbuh bersama. Sinergi lintas sektor di kawasan Perbukitan Menoreh pun terus diperkuat demi menciptakan destinasi yang berdaya saing global tanpa kehilangan identitas lokal.
Direktur Pemasaran BPOB, Harfiansa Bimatara, menyampaikan bahwa perayaan ini juga menjadi wujud rasa syukur atas capaian pengembangan infrastruktur dan promosi kawasan yang terus menunjukkan progres positif.
“Kami ingin menghadirkan destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga menenangkan dan menyehatkan. Ini adalah bagian dari komitmen kami terhadap konsep wellness tourism,” jelasnya.
Menutup rangkaian acara, BPOB mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah, pelaku industri, hingga wisatawan—untuk terus berkolaborasi. Dengan visi besar tersebut, kawasan Borobudur Highland diyakini mampu menjadi destinasi kelas dunia yang menawarkan ketenangan, keberlanjutan, dan kualitas hidup yang lebih baik.
Sembilan tahun perjalanan telah dilalui. Kini, BPOB melangkah lebih jauh—bukan hanya membangun pariwisata, tetapi juga menjaga masa depan alam dan budaya Indonesia. (Kun)






