Tawuran Pelajar Makin Meresahkan, Polres Purworejo Panggil 60 Siswa dan Orang Tua

Rakyatmerdrkanews.co.id, Purworejo — Maraknya aksi tawuran antarpelajar yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir mendorong Polres Purworejo mengambil langkah cepat dan humanis. Sebanyak kurang lebih 60 pelajar dari Purworejo dan Kebumen yang sebelumnya terlibat aksi tawuran dikumpulkan bersama orang tua masing-masing untuk mendapatkan pembinaan.

‎Kegiatan bertajuk Sosialisasi dan Pencegahan Tawuran Antarpelajar tersebut digelar di Gedung Auditorium Tri Brata Polres Purworejo, Rabu (26/8) sore.

‎Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom., didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Purworejo. Turut hadir Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., perwakilan Dinas Pendidikan Purworejo dan Kebumen, Dinas Sosial PPKB, DP3APMD, UPT PPA, serta BAPAS Magelang.

‎Selain itu, hadir guru Bimbingan dan Konseling (BK) dari delapan sekolah di wilayah Purworejo dan 14 sekolah di wilayah Kebumen.

‎Para pelajar yang hadir diketahui sebelumnya terlibat dalam aksi tawuran di sejumlah lokasi, antara lain Kecamatan Butuh, Kemiri, dan Bayan.
‎Di hadapan para siswa dan orang tua,

‎Kapolres Purworejo menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan untuk menghakimi ataupun mencari pihak yang harus disalahkan.
‎”Kegiatan ini bukan untuk menentukan siapa yang salah dan siapa yang benar. Bukan juga untuk saling menyalahkan atau mencari siapa yang harus disudutkan. Yang paling penting, kita belajar dari kejadian yang sudah terjadi dan mencegah supaya tidak terulang lagi,” ujar AKBP Windy Syafutra.

‎Menurutnya, tawuran tidak dapat lagi dipandang sebagai kenakalan remaja biasa. Aksi tersebut berpotensi menimbulkan luka fisik, kerusakan fasilitas, persoalan hukum, bahkan dapat berujung pada hilangnya nyawa.

‎Kapolres juga meminta para pelajar tidak mempertaruhkan masa depan hanya karena emosi sesaat ataupun terprovokasi ajakan di media sosial.
‎”Adik-adik adalah harapan bangsa, harapan sekolah, dan harapan orang tua. Orang tua menyekolahkan kalian supaya bisa meraih cita-cita, bukan untuk ikut tawuran. Berani menolak tawuran justru adalah bentuk keberanian yang sebenarnya,” tegasnya.

‎Ia juga mengingatkan para siswa agar lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terpancing tantangan atau provokasi antarsekolah. Para pelajar diminta segera melapor kepada guru, orang tua, atau kepolisian apabila mengetahui adanya rencana tawuran.

‎Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menilai maraknya tawuran menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan.
‎”Kejadian ini menjadi tanggung jawab kita semua. Ini merupakan indikator bahwa ini merupakan kegagalan sistem pendidikan kita yang harus kita benahi bersama dan tentunya menjadi introspeksi kita semua,” ungkap Dion.

‎Menurutnya, dampak paling besar dari tawuran bukan hanya kerugian yang harus ditanggung pemerintah maupun aparat, tetapi masa depan para pelajar yang dapat rusak akibat keputusan sesaat.

‎Ia mengingatkan agar para siswa tidak keliru dalam mencari jati diri dengan menunjukkan keberanian melalui aksi kekerasan.
‎Setelah pengarahan umum, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan intensif bagi para siswa. Pembinaan dipimpin Kasat Binmas Polres Purworejo AKP Damara Wibowo bersama pihak BAPAS Kabupaten Purworejo dan Dinas Sosial.

‎Melalui pendekatan psikologis dan edukatif, para siswa diarahkan untuk memahami dampak tawuran sekaligus menyalurkan energi dan potensi mereka ke kegiatan yang lebih positif.

‎Langkah tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian teguran, tetapi menjadi momentum bagi siswa, orang tua, sekolah, dan pemerintah daerah untuk bersama-sama mencegah aksi tawuran kembali terjadi.

Polres Purworejo menekankan bahwa keberanian sejati seorang pelajar bukan ditunjukkan dengan turun ke jalan untuk tawuran, melainkan dengan mampu menolak ajakan kekerasan dan memilih menjaga masa depan. (Kun)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *