Sempat Tinggal di Tenda, Janda Tiga Anak di Setu Kini Dapat Kontrakan Baru

Rakyatmerdekanews.co.id, Tangsel – Kondisi ekonomi yang sulit sempat membuat Bedah, seorang janda dengan tiga anak dan seorang cucu yang masih balita, tinggal di tanah kosong yang dipenuhi belukar. Ia mendirikan tenda sederhana beralaskan tanah dan beratapkan terpal karena tidak sanggup membayar biaya kontrakan.

Kondisi tersebut mendapat perhatian setelah foto dan video mengenai kehidupan Bedah beredar di media sosial. Pemerintah Kecamatan Setu bersama Kelurahan Babakan kemudian mendatangi Bedah untuk memastikan kondisi dan kebutuhan keluarganya.

Camat Setu, Bunga Pranatalia Putri, mengatakan dirinya bersama Lurah Babakan Teten mendatangi Bedah pada 5 Oktober 2026 setelah mendapat informasi dari lingkungan setempat.

Dari hasil kunjungan tersebut, diketahui Bedah sebelumnya memiliki persoalan terkait tempat tinggal yang disewanya.

Sempat Menunggak Kontrakan Tiga Bulan

Bunga menjelaskan, Bedah sebelumnya menunggak pembayaran kontrakan selama tiga bulan. Kondisi tersebut kemudian memicu persoalan dengan pemilik kontrakan hingga akhirnya Bedah memilih meninggalkan tempat tinggal tersebut.

“Yang terbaru karena memang saya tanya kenapa sampai mendirikan tenda di tanah kosong itu ternyata ada konflik pribadi bersama dengan penyewa yang lama. Karena yang bersangkutan nunggak selama tiga bulan dan mungkin ada tagihan-tagihan yang berkala diajukan oleh pemilik kontrakan sehingga Bu Bedah merasa terganggu akhirnya memutuskan seperti itu,” kata Bunga, Selasa (6/10/2026).

Selama tinggal di tanah kosong, Bedah disebut tidur seorang diri di dalam tenda. Sementara anak-anaknya mengungsi di rumah tetangga.

Kini Sudah Mendapat Kontrakan Baru

Bunga memastikan kondisi Bedah saat ini sudah lebih baik. Saat pemerintah melakukan kunjungan pada 5 Oktober, Bedah ternyata telah mendapatkan tempat tinggal baru di wilayah RT 03/RW 03, Kelurahan Babakan.

Namun, saat itu proses pindahan masih berlangsung sehingga Bedah belum sepenuhnya menempati kontrakan tersebut.

“Kemarin tanggal 5 Oktober saya beserta Pak Lurah Babakan, Pak Teten, sudah mengunjungi rumah kediaman Bu Bedah yang terbaru, yaitu di RT 3 RW 3 Babakan,” ujar Bunga.

Pemerintah setempat juga telah membantu membersihkan lokasi tanah kosong yang sebelumnya digunakan Bedah untuk mendirikan tenda. Tenda beserta barang-barang miliknya telah dipindahkan sehingga lokasi tersebut kini kembali bersih.

Masuk Data Kemiskinan Ekstrem

Bunga menjelaskan, Bedah merupakan pendatang asal Sukabumi. Meski demikian, ia telah cukup lama menjadi pemegang KTP Tangerang Selatan.

Bedah juga tercatat sebagai penerima sejumlah program bantuan pemerintah, termasuk bantuan yang berkaitan dengan P3KE, kemiskinan ekstrem, dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Kondisi ekonomi Bedah tergolong rentan karena tidak memiliki pekerjaan tetap. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bekerja serabutan, di antaranya sebagai buruh cuci dan setrika rumah tangga.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga telah memberikan bantuan berupa sembako dan bantuan lainnya kepada Bedah dan keluarganya.

Menurut Bunga, pemerintah saat ini masih melakukan pemantauan terhadap kondisi Bedah dan keluarganya. Untuk sementara, belum ada bantuan dalam bentuk uang yang diberikan.

“Hari ini kami pantau dulu, toh yang bersangkutan masih berusaha. Sejauh mereka masih berusaha pemerintah daerah hanya melakukan monitoring,” katanya.

Bunga menambahkan, apabila ke depan Bedah membutuhkan bantuan tambahan, pemerintah akan mencari skema yang memungkinkan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Kalau memang diperlukan nanti kami akan coba cari cara seperti apa untuk membantu yang bersangkutan lebih lanjut,” pungkasnya. (Ratna)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *