Rumah Janda Sakit di Lebak Terancam Roboh, Pengajuan Bantuan 2 Bulan Tak Kunjung Ditinjau

‎Rakyatmerdekanews, Rangkasbitung, Lebak – Kondisi sebuah rumah warga di Kampung Muhara Kebon Kelapa, RT 002 / RW 009, Kelurahan Muara Ciujung Barat (MCB), Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, dilaporkan dalam kondisi darurat dan terancam roboh. Ironisnya, pengajuan bantuan perbaikan yang telah dilayangkan sejak dua bulan lalu hingga kini belum mendapat peninjauan lapangan dari pihak kelurahan.
‎
‎Rumah tersebut milik seorang warga berstatus janda yang saat ini dalam kondisi sakit dan tidak dapat berjalan. Dinding rumah setinggi sekitar 9 meter dilaporkan mengalami kerusakan parah dan berisiko ambruk sewaktu-waktu, sehingga membahayakan keselamatan penghuni di dalamnya.
‎
‎Berkas permohonan bantuan perbaikan rumah telah diajukan oleh saudara kandung pemilik rumah ke Kantor Kelurahan MCB. Pengajuan dilakukan karena pemilik rumah tidak mampu mengurus sendiri. Berkas yang dilampirkan disebut telah lengkap, meliputi fotokopi KTP, Kartu Keluarga (KK), struk tagihan listrik, serta dokumentasi foto kondisi rumah.
‎
‎Pengajuan pertama kali dilakukan pada akhir Agustus 2026. Namun hingga Senin, 2 November 2026, pelapor mengaku belum ada satu pun petugas dari kelurahan yang melakukan pengecekan atau verifikasi lapangan.
‎
‎Upaya untuk mendapatkan kepastian pun disebut menemui jalan buntu. Dalam lima hari terakhir, setiap kali datang ke kantor kelurahan, pelapor mengaku hanya diarahkan kembali kepada operator pelayanan dengan jawaban normatif “nanti akan dicek ke lapangan” tanpa adanya realisasi.
‎
‎Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp juga tidak mendapat balasan. Permintaan untuk berkomunikasi langsung dengan Lurah MCB guna mendapatkan kepastian jadwal kroscek, disebut tidak difasilitasi dan tetap diarahkan kepada operator.
‎
‎Puncaknya, nomor WhatsApp pelapor diduga telah diblokir oleh operator, sehingga saluran komunikasi untuk menanyakan kelanjutan bantuan terputus total. Foto terbaru kondisi rumah yang semakin parah juga telah dilampirkan kembali sejak Kamis lalu sebagai bentuk urgensi.
‎
‎“Harapan saya cuma ingin ada pengecekan ke lapangan, biar jelas. Kasihan saudara saya sakit di dalam rumah yang mau roboh,” ujar pelapor kepada tim redaksi.
‎
‎Hingga berita ini diturunkan, pihak Kelurahan Muara Ciujung Barat belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan kroscek lapangan dan dugaan pemblokiran komunikasi tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.
‎
‎Masyarakat berharap pemerintah kelurahan dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi, mengingat kondisi rumah yang sudah masuk kategori darurat dan mengancam keselamatan jiwa.
‎
‎(Red/Cepi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *