PT Vadhana Internasional Minta Maaf kepada Tuah Aliansi Anak Melayu, Polsek Mandau Sukses Mediasi Konflik yang Viral

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Kepolisian Sektor (Polsek) Mandau, Polres Bengkalis, sukses menyelesaikan ketegangan antara manajemen PT Vadhana Internasional dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Tuah Aliansi Anak Melayu. Melalui pendekatan problem solving yang humanis, kedua belah pihak sepakat berdamai setelah sempat terlibat adu mulut yang viral di media sosial.

Proses mediasi tersebut berlangsung khidmat pada Jumat (12/06/2026) sekira pukul 10.00 WIB di Ruang Intelkam Polsek Mandau. Agenda ini dipimpin langsung oleh Kanit Intelkam Polsek Mandau, AKP Belfrit M. Silalahi, mewakili Kapolsek Mandau, setelah menerima aduan resmi dari kedua belah pihak.

Konflik ini berakar dari insiden yang terjadi pada Senin, 8 Juni 2026, sekitar pukul 10.00 WIB di area kerja PT Vadhana Internasional, KM 8 Desa Air Kulim, Kecamatan Bathin Solapan. Saat itu, delegasi Ormas Tuah Aliansi Anak Melayu mendatangi perusahaan guna menindaklanjuti (follow up) surat audiensi silaturahmi yang telah mereka layangkan untuk kedua kalinya.

Dalam kunjungan tersebut, pihak ormas melakukan dokumentasi menggunakan kamera ponsel demi kepentingan internal kegiatan mereka. Petugas satpam yang berjaga sebenarnya telah melakukan tindakan pencegahan dini. Mereka menegur perwakilan ormas secara persuasif agar tidak merekam video di area kerja perusahaan.

Situasi memanas ketika Komandan Regu (Danru) Satpam tiba di lokasi tanpa mengenakan atribut seragam resmi dan menggunakan sepatu kasual. Merespons rekaman video dari pihak ormas, Danru tersebut bereaksi emosional dan melakukan konfrontasi.

Ia langsung merekam balik para anggota ormas sembari melontarkan label verbal, “Ini ormas preman!”. Pihak ormas yang tidak terima dengan tuduhan itu membalas dengan sebutan “Ini Satpam Preman”.

Adu mulut sengit pun tak terhindarkan karena kedua belah pihak saling tuding menggunakan cara-cara premanisme. Kondisi kian memburuk saat Danru mengunggah rekaman video pribadi tersebut ke akun media sosial miliknya. Langkah serupa juga dilakukan oleh akun media sosial milik Ormas. Video saling tuding itu langsung viral di internet, memicu kecaman publik, serta merugikan reputasi kedua belah pihak secara masif.

Menyikapi polemik yang meluas di media sosial, jajaran Polsek Mandau bergerak cepat memanggil pihak-pihak terkait guna mencegah polarisasi yang lebih luas. Mediasi tingkat tinggi ini dihadiri langsung oleh Top Manajemen PT Vadhana Internasional yang diwakili tim Humas, Ketua Umum Tuah Aliansi Anak Melayu Fredi Noza, para saksi, serta kedua oknum yang terlibat bentrok mulut.

“Dari hasil pendalaman situasi dan keterangan para saksi, insiden ini murni dipicu oleh masalah etika di lapangan dan miskomunikasi terkait ucapan kata ‘preman’. Yang terjadi adalah kesalahpahaman yang berujung cekcok mulut,” ungkap AKP Belfrit M. Silalahi.

Setelah melalui dialog terbuka yang persuasif dan kekeluargaan, PT Vadhana Internasional secara ksatria menyampaikan permohonan maaf resmi kepada Ormas Tuah Aliansi Anak Melayu atas tindakan indisipliner oknum Danru-nya. Langkah ini juga disambut baik oleh pihak ormas yang juga menyampaikan permohonan maaf serupa atas ketegangan yang sempat terjadi.

“Kedua belah pihak telah saling memaafkan, termasuk menyampaikan permohonan maaf kepada tokoh pendiri Ormas Tuah Aliansi Anak Melayu. Mereka sepakat tidak memperpanjang masalah ini ke ranah hukum dan memilih jalan damai,” jelas AKP Belfrit.

Sebagai komitmen nyata dari perdamaian ini, kedua belah pihak mengklarifikasi bahwa laporan-laporan yang beredar sebelumnya tidak benar. Mereka juga sepakat untuk menghapus seluruh video viral terkait insiden tersebut dari jagat media sosial.

Kapolsek Mandau melalui AKP Belfrit memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen PT Vadhana Internasional, Ketua Umum Ormas Tuah Aliansi Anak Melayu, serta para saksi yang mengedepankan kepala dingin dalam menyelesaikan konflik.

“Kami sangat mengapresiasi sikap legawa kedua belah pihak. Ini menjadi role model bahwa persoalan di tengah masyarakat dapat dituntaskan lewat jalan musyawarah mufakat tanpa harus memicu konflik sosial yang berkepanjangan. Polsek Mandau akan terus konsisten mengedepankan pendekatan problem solving dan restorative justice,” tegas AKP Belfrit. Respons kilat kepolisian ini dinilai sebagai wujud nyata dari komitmen Polri Presisi dalam menghadirkan rasa aman dan menjadi penengah yang adil.

Di lokasi yang sama, Ketua Umum Tuah Aliansi Anak Melayu, Fredi Noza, mengutarakan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam kepada jajaran Polres Bengkalis dan Polsek Mandau. Menurutnya, fasilitasi yang netral, cepat, dan profesional dari kepolisian berhasil menyelamatkan situasi dari potensi gesekan yang lebih besar, sekaligus menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah Duri tetap aman terkendali.(FN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *