Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis Duri (3 Mei 2026) – Jika ada penghargaan untuk “Sutradara Konten Terbaik” di Provinsi Riau, nampaknya jajaran Pemerintah Daerah di Duri layak masuk nominasi utama. Bagaimana tidak? Aksi menahan hak gaji honorer selama berbulan-bulan berhasil disulap menjadi acara “Silaturahmi Kebersamaan” yang mengharu biru di media sosial.
Tanggal 30 April 2026 akan tercatat dalam sejarah sebagai hari di mana “Hak” berubah nama menjadi “Hadiah”. Pemerintah daerah dengan bangganya menyerahkan sisa gaji honorer yang belum lunas (ya, Anda tidak salah baca: BELUM LUNAS) dengan balutan senyum manis di depan kamera.
Padahal, keringat para pejuang honorer ini sudah kering sejak awal tahun, tapi saat dibayarkan, suasananya dibuat seolah-olah pemerintah sedang membagikan bansos sukarela.
Dalam pidato manisnya, pemerintah membawa-bawa mantra sakti bernama “Efisiensi Anggaran Pusat ke Daerah”. Sebuah istilah keren yang jika diterjemahkan ke bahasa rakyat jelata artinya: “Pusat nggak kasih duit banyak, jadi kalian (honorer) yang harus menderita duluan demi efisiensi.”
Para analis “Warung Kopi” di Duri pun berkomentar tajam: “Kalau mau efisiensi, kenapa tidak mulai dari memotong biaya baliho, tenda atau anggaran perjalanan dinas? Kenapa harus perut honorer yang dijadikan tumbal eksperimen efisiensi?”
Kejanggalan ini semakin menjadi-jadi ketika publik mulai bertanya soal nasib gaji ASN dan TPP, Jika gaji honorer saja diperlakukan seperti “uang saku tambahan” yang bisa ditunda sesuka hati, apa kabar mereka yang di struktur atas?
Apakah para ASN juga akan diajak “Silaturahmi” sambil diberikan amplop tipis berisi janji-janji efisiensi? Ataukah mereka sedang asyik menonton drama ini dari balik meja empuk yang anggarannya tidak ikut ‘diefisiensikan’?
Pemerintah daerah harusnya sadar bahwa akun media sosial mereka tidak bisa dipakai untuk membayar cicilan motor honorer atau membeli beras di pasar. Membayar gaji tepat waktu adalah kewajiban hukum, bukan ajang pamer kebaikan hati di Facebook.
Netizen Duri kini ramai-ramai memberikan rating bintang satu untuk kebijakan “Silaturahmi Berkedok Ngutang” ini. “Keringat kami nyata, jangan dibayar dengan konten fiktif!” pungkas salah satu komentar pedas di jagat maya.(FN)






