Rakyatmerdekanews.co.id, Duri Bengkalis – Selamat datang di Negeri Junjungan, satu-satunya tempat di mana “Minyak di atas, Minyak di bawah,” tapi rakyatnya licin alias susah pegang duit! Memasuki Mei 2026, kondisi Kabupaten Bengkalis, khususnya Duri, terpantau sedang tidak baik-baik saja, kecuali bagi mereka yang punya “jalur orang dalam.”
Infrastruktur kita saat ini sudah naik kelas menjadi “Wisata Jalan Zombie.” Proyek jalan dan drainase di sini punya masa bakti yang lebih singkat dari story Instagram, baru dibangun hitungan bulan, sudah ambyar lagi.
Warga mulai bertanya-tanya, ini yang bangun kontraktor atau pesulap? Kok aspalnya bisa hilang kena air hujan doang? Sepertinya, drainase kita didesain bukan untuk mengalirkan air, tapi untuk menguji kesabaran iman pengendara.
Gengsi Pemda Bengkalis boleh tinggi dengan APBD yang melambung triliunan rupiah, tapi nasib PNS dan TPP-nya ternyata masih “digantung” tanpa kepastian. Sungguh sebuah ironi: daerah penghasil minyak terbesar, tapi buat bayar hak pegawainya saja macetnya lebih parah dari simpang lampu merah.
Program-program yang dibuat pun terasa seperti “gaun pesta di tengah sawah”, keren di atas kertas, tapi nggak nyambung dengan kebutuhan masyarakat bawah.
Kemiskinan makin berat, dan cari kerja di ratusan PT (perusahaan) yang berdiri gagah itu susahnya minta ampun. Apalagi buat generasi muda perempuan, ijazah seolah cuma jadi pajangan karena kalah saing dengan “sistem pilihan” yang entah siapa yang milih.
Di tengah “kiamat” kecil gara-gara kebijakan daerah yang nggak jelas, untungnya ada satu program yang benar-benar MENYALA dan tepat sasaran: Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ini adalah satu-satunya momen di mana rakyat merasa benar-benar diperhatikan. Ibu-ibu di Duri sekarang sudah tidak perlu lagi melakukan meditasi tingkat tinggi tiap jam 12 siang cuma buat mikir masak apa.
“Biarlah TPP bapaknya macet, biarlah jalanan depan rumah kayak kubangan kerbau, yang penting anak pulang sekolah perutnya sudah isi protein, bukan isi janji kampanye!” ujar seorang ibu sambil mengelus dada (dan mengelus ban motornya yang bocor kena lubang).
Harapannya cuma satu: Semoga gizinya anak-anak Duri ini nanti cukup kuat untuk dipakai demo menagih janji pemerintah di masa depan! (FN)






