PMI Tangsel Distribusikan 4.000 Liter Air Bersih per Hari ke Warga Keranggan

Rakyatmerdekanews.co.id, Tangsel – Kekeringan mulai dirasakan warga Kampung Keranggan RT 12/RW 05, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sejak pertengahan Juli 2026, warga di wilayah tersebut mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Kondisi tersebut mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan untuk melakukan pendistribusian air bersih secara rutin kepada masyarakat terdampak.

Sarpras PMI Kota Tangsel, Sutikno Yusuf alias Mang Zbenk, mengatakan kondisi geografis di RT 12 membuat kendaraan tangki berukuran besar tidak dapat masuk ke lokasi permukiman warga.

Karena itu, PMI Tangsel menggunakan kendaraan pickup yang dilengkapi toren berkapasitas 1.000 liter untuk mengangkut air bersih.

“Untuk RT 12/RW 05 memang tidak bisa masuk mobil tangki besar. Makanya kita menggunakan mobil pickup PMI Tangsel dengan kapasitas toren 1.000 liter,” kata Sutikno.

Namun, proses pendistribusian air bersih tidak selalu berjalan mudah. Kendaraan PMI Tangsel bahkan sempat terperosok karena kondisi jalan yang sempit dan sulit dilalui kendaraan.

Petugas kemudian melakukan berbagai upaya agar distribusi tetap berjalan. Salah satunya dengan terlebih dahulu mengosongkan air dari toren kendaraan sebelum dilakukan proses pengangkatan kendaraan.

“Mobil ini dikosongkan terlebih dahulu airnya, baru kita upayakan pengangkatan. Karena jalannya sempit, kendaraan tidak bisa leluasa bergerak,” ujarnya.

Meski menghadapi kendala medan, PMI Tangsel tetap berupaya memenuhi kebutuhan air bersih warga. Dalam sehari, sekitar 4.000 liter air bersih didistribusikan ke wilayah tersebut.

Air yang disalurkan kemudian ditampung di dua toren milik warga, masing-masing berkapasitas 2.000 liter. Sementara itu, toren pada kendaraan PMI hanya mampu membawa 1.000 liter dalam sekali perjalanan, sehingga petugas harus melakukan pengangkutan beberapa kali.

“Sehari sekitar 4.000 liter yang kita distribusikan. Karena kapasitas toren di mobil 1.000 liter, pengangkutannya memang harus beberapa kali,” jelas Sutikno.

Kemarau Berpotensi Meluas

Sutikno menjelaskan, kondisi kekeringan di wilayah Keranggan mulai terjadi sejak pertengahan Juli 2026. Apabila musim kemarau terus berlangsung hingga pertengahan Agustus, wilayah yang mengalami kesulitan air bersih dikhawatirkan semakin meluas.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PMI Tangsel mengimbau jajaran kelurahan dan kecamatan agar lebih aktif memantau wilayah yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Untuk sementara imbauan dari PMI lebih kepada pihak kelurahan dan kecamatan agar lebih sering memantau wilayahnya,” katanya.

Sutikno juga menekankan pentingnya kecepatan dalam merespons kebutuhan air bersih masyarakat. Menurutnya, persoalan administrasi jangan sampai menjadi hambatan dalam penyaluran bantuan kepada warga.

“Kalau ada pengajuan air bersih, jangan sampai terhambat surat-menyurat. Dahulukan airnya, surat bisa menyusul,” tegasnya.

Ia berharap koordinasi antara masyarakat, kelurahan, kecamatan, BPBD, dan PMI dapat terus diperkuat. Dengan koordinasi yang baik, bantuan air bersih diharapkan dapat segera disalurkan ketika masyarakat mulai mengalami krisis air.

Bagi warga Keranggan, air bersih bukan sekadar bantuan. Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, air merupakan kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi agar aktivitas masyarakat tetap berjalan. (Ratna)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *