Rakyatmerdekanews.co.id, Jakarta – Berbekal semangat mewujudkan Operational Excellence, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) terus mengukuhkan posisinya sebagai destinasi benchmark (studi banding) bertaraf global dengan menyambut kunjungan mahasiswa Indian Institute of Foreign Trade (IIFT) pada Rabu (23/9),kemarin. Kunjungan ini merupakan bagian penting dari kurikulum program MBA (International Business) tersebut.
Melalui kegiatan ini, IPC TPK memfasilitasi sharing knowledge mengenai pengoperasian terminal petikemas berbasis teknologi canggih yang terintegrasi penuh dengan ekosistem maritim secara menyeluruh.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa MBA dari IIFT dan mengapresiasi kepercayaan untuk menjadikan IPC TPK sebagai rujukan studi pengoperasian pelabuhan,” ujar Daniel Setiawan, Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK.
Daniel menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan arahan Danantara yang mendorong penguatan kerja sama internasional, IPC TPK berkomitmen untuk memberikan pengalaman langsung (hands-on knowledge) mengenai berbagai prosedur operasional dan dokumentasi di terminal kami yang telah secara masif menerapkan sistem digital port.
Sebagai bagian dari persyaratan akademik, para mahasiswa dituntut untuk memahami perspektif operasional pelabuhan secara utuh. Untuk memenuhi hal tersebut, IPC TPK memaparkan implementasi teknologi operasional mutakhir yang mengintegrasikan berbagai sistem pelayanan secara digital.
Penerapan digital port yang terus dikembangkan oleh perusahaan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan efisiensi layanan, tetapi pada akhirnya bermuara pada penguatan dukungan terhadap ekosistem logistik dan kepelabuhanan Indonesia agar semakin tangguh dan berdaya saing di pasar global.
Pembelajaran mengenai ekosistem logistik terintegrasi ini sangat selaras dengan disiplin ilmu International Business yang sedang ditempuh oleh para delegasi mahasiswa. Dengan menganalisis rantai pasok maritim secara langsung di lapangan, para mahasiswa mampu melihat bagaimana efisiensi teknologi di pelabuhan menjadi tulang punggung perdagangan antarnegara.
“Melalui interaksi dan kunjungan studi ke Indonesia ini, kami berharap para calon pemimpin bisnis masa depan dari IIFT dapat memahami kompleksitas rantai pasok global dan kegiatan ini semakin mempererat hubungan kerja sama internasional,” tutup Daniel. (Delly M)





